Siswi SMA Digilir 4 Pria, Diperkosa Usai Pesta Miras

Siswi SMA Digilir 4 Pria, Diperkosa Usai Pesta Miras

Dua tersangka kasus pencabulan terhadap siswi SMA. (foto : Tribunnews)

Liramedia.co.id, Prabumulih - Kasus pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA terjadi di Kabupaten Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan. Aksi itu dilakukan di dua tempat berbeda oleh 4 orang pria, yang rata-rata berusia 19 tahun.

Kini, 2 terduga pelaku pemerkosaan terhadap siswi yang baru berusia 15 tahun ini ditangkap Polres Prabumulih.

Dua pelaku lainnya masih buron. Pelaku yang ditangkap ialah Dandy Sanjaya (19 tahun) dan Septian Kaliandra (19 tahun).

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi melalui Wakapolres, Kompol Masnoni, dan Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman, mengatakan peristiwa persetubuhan bergilir terhadap siswi berusia 15 tahun itu bermula pada Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 23.00.

Awalnya, 2 pelaku yang masih satu kampung dengan korban di Kawasan Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim itu mengajak korban pergi ke Prabumulih. Lalu korban minta dijemput kepada R dan A.

Tiba di Prabumulih sekitar pukul 01.30 pada Rabu (21/10/2020), dua pelaku mengajak korban ke rumah bedeng milik keluarga Septian Kaliandra. Di rumah bedeng itulah, tiga pelaku, dimulai dari A, lalu R, dan Septian Kaliandra secara bergiliran menyetubuhi korban yang baru masuk sekolah menengah atas (SMA) itu.

Tidak sampai disitu, pada Kamis 22 Oktober 2020, Septian menyerahkan korban kepada Dandy.

Kemudian Dandy mengajak korban belanja baju, setelah itu diajak ke Cafe Cania Cambai. Di Cafe tersebut, korban dipaksa meneguk minuman keras (miras) hingga mabuk.

Dalam kondisi mabuk, korban dibawa ke suatu tempat. Disana korban kembali disetubuhi.

Ayah serta keluarga korban yang terus mencari keberadaan korban lalu mengetahui jika anak gadisnya itu bersama Dandy. Lalu pada Jumat (24/10/2020), korban dan ayahnya melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi didampingi Wakapolres Kompol Masnoni dan Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman mengungkapkan baru dua pelaku berhasil diringkus tim Satreskrim Polres Prabumulih.

“Dua tersangka lain masih dalam pengejaran petugas kami,” tegas Kapolres dalam rilis di halaman Mapolres Prabumulih, Rabu (28/10/2020).

Kapolres Prabumulih menuturkan, atas perbuatannya itu, para pelaku akan dijerat pasal 81 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Korban masih dibawah umur,” katanya.

Dihadapan Polisi, Septian mengaku menyetubuhi korban setelah A dan R melakukan aksi yang sama di rumah bedeng milik keluarganya.

“Korban mengakui dia sudah disetubuhi A dan R, dia malahan tidak menolak saat saya ajak. Baru sekali itu saya setubuhi dia,” kata pelaku seraya mengatakan siap bertanggungjawab.

Sedangkan Dandy mengaku dirinya ditelpon korban meminta dijemput membeli baju ke pasar. Lalu dirinya mau karena sang wanita lumayan cantik.

"Setelah selesai jalan beli baju, saya ajak ke cafe untuk mabuk dan saya setubuhi. Dia (korban-red) tidak nolak ketika diajak bersetubuh, bahkan mengakui tidak perawan lagi. Katanya jangan menyesal. Karena nafsu lalu saya setubuhi," bebernya. (*)

Source : INS

Image
3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

para guru olahraga tampaknya harus menghadapi tantangan lainnya, sebab pendidikan jasmani umumnya menuntut pertemuan langsung