Stress, Karyawan Penyedap Rasa Gantung Diri

Stress, Karyawan Penyedap Rasa Gantung Diri

Petugas saat olah TKP

Mojokerto, [liramedia.co.id] -- Stres karena diduga memikirkan kehidupan rumah tangganya, Heru Setiawan (40) warga Dusun Sukorame, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa-Timur terpaksa mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, mengikat lehernya dengan menggunakan tali tampar yang kemudian diikatkan di blandar bambu kandang ayam belakang rumahnya, Rabu (17/03/2021) sore.

Informasi yang diperoleh mengatakan, kali pertama kejadian aksi gantung diri yang dilakukan oleh korban diketahui oleh SULIKATI (61) orang tua perempuan korban sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu ibu korban pulang dari kerja, lalu mencari anaknya hingga harus bertanya ke tetangga sekitar rumah korban.

Karena tak kunjung ketemu, akhirnya ibu korban mencarinya di seputar kandang ayam belakang rumah korban.

Betapa kagetnya, mendapati anaknya dalam keadaan sudah membujur kaku tak bernyawa dengan leher terikat tali tampar menggantung di blandar bambu atap rumah yang lokasinya berdekatan dengan kandang ayam.

"Saat itu, ibu korban sempat mencari dan menanyakan ke beberapa tetangga seputar rumah korban, tetapi tak ada yang mengetahuinya. Namun begitu dicari di seputaran kandang ayam dan ibu korban sempat membuka paksa pintu kandang, tiba-tiba sontak menemukan tubuh anaknya sudah membujur kaku tak bernyawa menggantung dengan leher terjerat tali tampar terikat di blandar bambu atap rumah rumah. Korban sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas di perusahaan penyedap rasa di Mojokerto," ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kapolsek Jetis, Kompol. Suhariyono mengatakan, korban tewas dipastikan murni gantung diri. Dari hasil olah TKP, petugas tidak menemukan tanda-tanda adanya tindak kekerasan di tubuh korban.

"Korban nekat melakukan perbuatan dilarang agama dari hasil keterangan beberapa saksi, diduga ada permasalah dengan pihak keluarga rumah tangganya. Setelah dievakuasi, jasad korban kita serahkan ke pihak keluarga tanpa adanya pemeriksaan outopsi atas permintaan keluarga dengan membuat surat pernyataan," pungkas Suhariyono. (Joe)

Image