Suami Jual Istrinya ke Pria Hidung Belang, Tewas Ketika Layani 6 Pria

Suami Jual Istrinya ke Pria Hidung Belang, Tewas Ketika Layani 6 Pria

Rekonstruksi kasus kematian PSK di kamar hotel.

Liramedia.co.id, SLEMAN – Pria berinisial DP (40 tahun) mengaku menjual istrinya, B (35 tahun), ke pria hidung belang karena himpitan ekonomi. Hingga akhirnya, DP menyaksikan istrinya itu tewas saat melayani pria pada 13 September 2020.

DP yang punya dua anak dari B ini mengaku merasa kehilangan setelah istri yang telah menemaninya selama 12 tahun pergi untuk selamanya.

“Banyak yang saya sesali. Terlalu banyak kenangan sama dia. Selama 12 tahun suka dan duka dilalui Bersama,” kata warga asal Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, itu.

Dia mengungkapkan, dirinya membiarkan istrinya jadi Pekerja Seks Komersial karena desakan ekonomi.

“Dia minta izin kerja seperti itu (PSK). Ikut teman-temannya. Penuh dilema memang. Kalau saya melarang dia terus merasa kesulitan ekonomi, akhirnya saja izinkan tapi di bawah pengawasan saya,” katanya lagi.

Kini, DP harus rela ditinggalkan istrinya setelah ditemukan tewas saat melayani tamunya di salah satu kamar hotel. Dalam kasus ini, Polsek Depok Barat menetapkan seorang tersangka berinisial AP, warga Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Rekontruksi kasus pembunuhan ini digelar pada Jumat (13/11/2020), dipimpin langsung oleh Kapolsek Depok Barat, Komisaris Polisi (Kompol) Rachmadiwanto, didampingi Kepala Unit Reserse Kriminal Iptu Isnaini, DP (suami korban), jaksa penuntut umum, dan sejumlah saksi.

Dalam rekonstruksi itu, diperagakan B kejang-kejang saat melayani AP.  Supaya tidak menimbulkan suara, AP menutup mulut B dengan kaos yang diikatkan ke belakang agar suara tidak keluar.

Setelah tidak bergerak, AP keluar kamar hotel sambil membawa 2 unit handphone milik B untuk menghilangkan jejak. Namun, upaya itu digagalkan suami korban yang sedang menunggu di luar. Suami korban meminta AP kembali ke kamarnya untuk mengecek kondisi korban.

Iptu Isnaini mengatakan, rekonstruksi tindak pidana dilakukan untuk menguji kebenaran dari keterangan yang diberikan oleh saksi dan tersangka pada penyidik.

“Dengan adanya rekontruksi ini nantinya dapat melihat secara bersama-sama gambaran utuh atas peristiwa tersebut,” katanya.

Atas perbuatannya, AP dijerat Pasal 359 KUH Pidana tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal, dan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. (INS)

 

Image
Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Siswa dan siswi sekolah, mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat bantuan langsung tunai (BLT).