Walikota Mojokerto Bersama Forkopimda Sosialisasikan Penerapan PPKM

Walikota Mojokerto Bersama Forkopimda Sosialisasikan Penerapan PPKM

Ika Puspitasari saat sosialisasi SE terkait PPKM

Liramedia.co.id - Dalam rangka sosialisasi Surat Edaran (SE) Walikota Mojokerto pada (13/1/2021) tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto yang akan dilaksanakan pada 15-25 Januari 2021, Ika Puspitasari sapaan akrab Walikota Mojokerto bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto meninjau Kampung Tangguh Semeru di Kelurahan Wates, Kota Mojokerto.

Turut hadir dalam acara sosialisasi diantaranya, Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria, Ketua DPRD Sunarto, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP. Deddy Supriyadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Johan Iswahyudi dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto.

Walikota Mojokerto menyampaikan bahwa per tanggal 11 Januari 2021, Kota Mojokerto kembali menjadi zona merah. Sebagaimana data per tanggal 12 Januari 2021, jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 1.513 orang. Tingkat kesembuhan sebanyak 1.174 orang dan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 107 orang. Sebagaimana Inmendagri Nomor 1 tahun 2021, Kota Mojokerto telah memenuhi unsur penerapan PPKM.

"Ada empat parameter yakni tingkat kematian diatas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan dibawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, tingkat kasus aktif diatas rata-rata tingkat kasus aktif nasional dan tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupation Room/BOR) untuk Intensif Care Unit (ICU) dan ruang isolasi diatas 70% (tujuh puluh persen)," jelas Ning Ita.

Sosialisasi dilakukan di hadapan pengurus Kampung Tangguh Semeru (KTS) Kelurahan Wates yaitu anggota PKK kelurahan, Kasi kelurahan, RT/RW, tokoh agama dan masyarakat.

"Hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat semua adalah pelaksanaan 4 M wajib diperketat diantaranya menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kegiatan belajar mengajar di semua lembaga pendidikan seluruhnya dilakukan secara daring. Kegiatan di tempat-tempat ibadah hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas tempat ibadah. Kegiatan perkantoran akan menerapkan perpaduan bekerja dari rumah dan bekerja di kantor," jelas Ning Ita.

Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Tanpa mengganggu kegiatan pelayanan publik bagi kantor-kantor yang memberikan pelayanan pada masyarakat.

"Mohon menjadi perhatian karena tidak taat pada peraturan akan berimplikasi terhadap sanksi. Saya menghimbau, mari semakin waspada. Tidak perlu takut kepada pasien yang terpapar Covid-19. Tapi kewaspadaan dan pemahaman terhadap penerapan bagi diri kita untuk tetap sehat, tidak terpapar Covid-19," ujar Ning Ita.

Masih kata Ning Ita, bahwa ketaatan masyarakat adalah kunci bagi stakeholder untuk bisa menegakkan aturan dengan baik. Segala yang ditetapkan oleh pemerintah akan menjadi efektif jika seluruh masyarakat sadar, paham bahwa tujuan dari peraturan ini adalah untuk menjaga keselamatan warga.

"Jumlah yang terpapar semakin banyak, jumlah yang meninggal juga semakin banyak. Bantu kami agar tugas dan tanggung jawab yang kami emban menjadi lebih ringan dengan kesadaran dan kepahaman masyarakat semua. Peraturan akan efektif jika masyarakat punya komitmen untuk membantu dalam pengendalian Covid-19 yang ada di Kota Mojokerto," pungkas Ning Ita. (Joe)

Image
Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Asyik, Siswa Sekolah Bakal Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Siswa dan siswi sekolah, mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat bantuan langsung tunai (BLT).