Warga Desa Sukoanyar Dibuat Heboh oleh Excavator

Warga Desa Sukoanyar Dibuat Heboh oleh Excavator

Bambang dan excavator yang diduga digunakan untuk pekerjaan lain di luar pekerjaan dari Dinas PUTR Gresik

Liramedia.co.id – Satu unit excavator adi Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, menjadi pusat perhatian masyarakat. Bukan tanpa alasan kenapa masyarakat memperhatikan alat berat yang mengerjakan galian di pematang sawah dan tambak ini.

Dari informasi yang dihimpun Liramedia.co.id, masyarakat mengkritisi aktivitas excavator tersebut karena alat berat tersebut sebelumnya mengerjakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik, namun digunakan untuk mengerjakan galian sawah dan tambak milik warga.

“Dialihkan sejak Senin (11/10/2021) untuk pekerjaan galian sawah dan tambak milik warga secara pribadi, bukan untuk proyek negara. Istilahnya ngamen. Padahal, excavator ini seharusnya mengerjakan proyek dari Dinas PUTR Gresik,” ujar Ahmadi, warga Kecamatan Cerme saat meninjau lokasi proyek bersama beberapa warga, Rabu (13/10/2021).

Ahmadi melakukan konfirmasi ke Pj Kepala Desa Sukoanyar, namun Pj Kepala Desa tidak tahu menahu terkait siapa pihak yang mengerjakan proyek dari Dinas PUTR Gresik. Pj Kepala Desa Sukoanyar hanya menyebutkan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh Dinas PUTR.

Sedangkan pihak operator excavator dan pengawas pekerjaan galian tambak milik warga saat didatangi langsung menghentikan aktivitasnya. Di lokasi, ada 3 orang termasuk operator yang sedang mengerjakan galian di tambak warga seluas kurang lebih 3 hektar. Mereka juga tidak menyebutkan siapa pelaksana atau rekanan Dinas PUTR Gresik yang mengerjakan proyek tersebut.

 “Tambang ini dikeruk oleh excavator lalu dibuat tanggul. Yang kami pertanyakan, kenapa alat ini bisa dialihkan untuk pekerjaan pribadi padahal masa kontrak pekerjaan di proyek Dinas PUTR Gresik belum selesai,” kata Ahmadi heran.

Selama 3 hari pekerjaan sejak Senin hingga Rabu, kata Ahmadi, pihak warga diduga membayar sewa alat sebesar Rp 15 juta. Dia juga menduga, solar yang digunakan sebagai bahan bakar excavator merupakan solar subsidi.

“Yang ada papan nama disini hanya proyek normalisasi atau restorasi sungai, untuk pemeliharaan saluran pembuangan di Desa Sukoanyar. Anggarannya dari APBD tahun 2021. Pelaksananya ialah CV KL dengan nilai Rp 187.102.740, waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Juga ada yang menyebut proyek senilai Rp 1,6 miliar, dan ada pembebasan lahan warga 2 petak, itu diluar anggaran Dinas PUTR Gresik. Makanya akan kami croscek,” kata Ahmadi.

Di lokasi terdapat Bambang sebagai pengawas pekerjaan tambak milk warga dengan menggunakan excavator diduga dari pekerjaan Dinas PUTR Gresik. Bambang menyebut, tambak yang dikerjakan itu milik warga Manyar, Gresik. Namun dia enggan menyebut namanya.

Dikonfirmasi terpisah melalui Whatsapp di nomornya 0812326083xx, Febri yang disebut sebagai pelaksana dan rekanan Dinas PUTR yang mengerjakan proyek di Desa Sukoanyar mengakui jika keberadaan excavator tersebut sudah bukan kuasanya lagi.

“Sekarang bukan kuasa saya lagi karena sudah ada yang sewa alat tersebut dan pekerjaan tersebut sudah selesai,” sebut Febri. (did)

 

 

 

Image
Ada Kelebihan Bayar dari Proyek Gapura Kantor Bupati Mojokerto

Ada Kelebihan Bayar dari Proyek Gapura Kantor Bupati Mojokerto

Tender Belanja Modal Gedung dan Bangunan - Pengadaan Bangunan Gedung Kantor - Pekerjaan Konstruksi Gapura dan Pagar Lingkup Kantor Bupati Mojokerto te

Sisi Lain H Maskuri, Selain Rektor Unisma Juga Pengusaha Pertanian

Sisi Lain H Maskuri, Selain Rektor Unisma Juga Pengusaha Pertanian

Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), pada Sabtu 1 Desember 2018. Dia dilantik untuk periode 2018-202