Home Berita Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob

Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob

18
0
Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob

Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob Saat Demo DPR Ricuh

Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob: Driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil Barracuda Brimob saat demo DPR ricuh di Pejompongan… Insiden tragis yang mengguncang masyarakat Indonesia

Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob dalam tragedi yang mengguncang hati masyarakat Indonesia. Affan Kurniawan, driver Gojek berusia 32 tahun, meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob saat kericuhan demo DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (28/8/2025). Insiden mengerikan ini terjadi ketika Affan sedang mengantarkan pesanan pelanggan, namun malang menimpa sang pencari nafkah ketika mobil Brimob berusaha membubarkan massa demonstran yang ricuh.

Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob

Kronologi Tragedi yang Mencekam

Peristiwa Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob ini bermula dari demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR/MPR yang meluas hingga kawasan Pejompongan. Berdasarkan video yang tersebar luas di media sosial, tragedi terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika kendaraan taktis Barracuda Brimob bergerak cepat untuk memecah kerumunan massa yang sedang bentrok dengan aparat keamanan.

Affan Kurniawan yang saat itu mengenakan jaket hijau khas Gojek, tengah melintasi jalan dengan sepeda motornya ketika kendaraan Brimob melaju kencang di tengah kerumunan. Dalam rekaman video yang viral, terlihat jelas bagaimana mobil tactical tersebut menabrak dan melindas sang driver ojol hingga korban terlempar dan terjatuh.

Saksi mata melaporkan bahwa Affan sempat berteriak minta tolong sebelum akhirnya tidak bergerak lagi. Tim medis yang tiba di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama, namun kondisi korban sudah sangat kritis. Affan kemudian dilarikan ke RSCM Jakarta namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Identitas Korban dan Respons Keluarga

Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, mengkonfirmasi bahwa Affan Kurniawan memang merupakan mitra driver Gojek yang terdaftar resmi. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan keprihatinan atas terjadinya insiden di Pejompongan,” kata Ade dalam keterangannya.

Keluarga korban yang tinggal di Bekasi menyatakan shock dan tidak menyangka tragedi menimpa Affan. “Dia cuma mau cari nafkah, nganterin makanan ke customer. Kenapa harus berakhir seperti ini,” ujar istri Affan sambil menangis ketika ditemui awak media di RSCM.

Konteks Demo dan Situasi Keamanan

Insiden Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob ini terjadi dalam konteks demonstrasi mahasiswa yang menuntut pembubaran DPR karena dianggap tidak aspiratif. Demo yang dimulai pada 25 Agustus 2025 ini telah berlangsung berhari-hari dan semakin memanas pada 28 Agustus.

Kericuhan meluas dari kawasan Senayan hingga Tanah Abang, Pejompongan, bahkan area TVRI. Massa demonstran melontarkan batu, kayu, dan botol ke arah aparat, sementara polisi membalas dengan gas air mata dan water cannon. Beberapa titik api dari ban yang dibakar terlihat di sekitar lokasi, menciptakan suasana chaos yang mencekam.

Aparat keamanan mengerahkan kendaraan taktis Barracuda untuk membubarkan massa yang semakin agresif. Namun, dalam upaya tersebut, tragedi tak terduga menimpa Affan yang sedang bekerja mencari nafkah. Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, membenarkan kabar duka ini dan menyatakan prihatin atas kejadian yang menimpa rekan kerja mereka.

Baca Juga:  Mengapa Polemik Ijazah Jokowi Terus Muncul?

Dampak Terhadap Transportasi dan Aktivitas Kota

Kericuhan demo juga berdampak luas terhadap aktivitas transportasi di Jakarta. KRL Commuter Line jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang sempat dihentikan karena massa masuk ke area perlintasan rel kereta di sekitar Stasiun Palmerah. Sejumlah rute bus Transjakarta juga dialihkan untuk menghindari area konflik.

Para driver ojol lainnya mengaku ketakutan untuk beroperasi di kawasan tersebut. “Kami juga cari makan, tapi kalau situasinya kayak gini berbahaya banget. Kasihan sama Affan, dia korban keadaan,” ujar Budi, salah seorang driver ojol yang biasa beroperasi di area Tanah Abang.

Reaksi Publik dan Tagar Viral

Tragedi Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob ini memicu kemarahan publik di media sosial. Tagar #POLISIPEMBUNUH trending di platform X (Twitter) sebagai bentuk protes atas insiden yang menewaskan Affan. Warganet ramai mengecam tindakan aparat yang dinilai berlebihan dalam menangani demonstrasi.

Berbagai tokoh publik turut menyuarakan keprihatinan, termasuk Jerome Polin yang menulis di akun media sosialnya: “Saatnya kita sadar dan melawan! Seorang driver ojol yang sedang bekerja mencari nafkah untuk keluarga harus menjadi korban. Ini sudah keterlaluan!”

Aktivis HAM dan sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini. Mereka menilai penggunaan kendaraan taktis di area publik yang padat harus dipertanyakan prosedurnya.

Tanggung Jawab Aparat dan Perlindungan Sipil

Komnas HAM menyatakan akan melakukan penyelidikan independen terhadap kasus ini. “Setiap warga negara, termasuk driver ojol yang sedang bekerja, berhak mendapat perlindungan dari negara. Insiden ini menunjukkan ada yang salah dalam prosedur penanganan demonstrasi,” kata Komisioner Komnas HAM.

Sementara itu, pihak Polri hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi detail insiden tersebut. Kapolres Metro Jakarta Pusat hanya menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan menyeluruh dan akan memberikan klarifikasi setelah investigasi selesai.

Analisis Keselamatan Kerja Driver Ojol

Kasus Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob ini menyoroti risiko keselamatan yang dihadapi driver ojol dalam menjalankan profesinya. Data Korlantas Polri menunjukkan bahwa sepanjang 2025, sudah tercatat 1.247 kasus kecelakaan yang melibatkan driver ojol dengan 89 kasus berujung fatal.

Dr. Ahmad Mulyadi, pakar keselamatan transportasi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa driver ojol merupakan kelompok pengguna jalan yang rentan. “Mereka bekerja dalam tekanan waktu, sering melintasi area-area berisiko, dan paparan terhadap lalu lintas yang tinggi membuat mereka rawan kecelakaan.”

Dalam situasi demo atau kerusuhan, risiko ini meningkat drastis. Para driver ojol yang tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga harus berhadapan dengan situasi tidak terduga seperti yang dialami Affan. Platform seperti Gojek dan Grab perlu mempertimbangkan sistem peringatan dini untuk melindungi mitra driver mereka.

Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob

Perlindungan Asuransi dan Jaminan Sosial

GoTo selaku perusahaan induk Gojek menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga Affan melalui program perlindungan yang telah disediakan. Namun, banyak pengamat yang menilai perlindungan saat ini masih belum memadai mengingat risiko tinggi yang dihadapi para driver.

Baca Juga:  1 tersangka Pembunuh Pegawai Bank BUMN Ditangkap di NTT

Direktur Eksekutif Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Yoga Adiwinarto, menyatakan perlunya regulasi khusus yang melindungi pekerja gig economy seperti driver ojol. “Mereka bukan karyawan biasa, tapi juga bukan pekerja mandiri sepenuhnya. Perlu ada perlindungan khusus yang mengakomodir karakteristik pekerjaan mereka.”

Dampak Psikologis pada Komunitas Driver

Insiden Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob tidak hanya berdampak pada keluarga korban, tetapi juga pada seluruh komunitas driver ojol di Jakarta. Banyak yang mengalami trauma dan ketakutan untuk beroperasi di area-area tertentu, khususnya saat ada demo atau kerusuhan.

Psikolog klinis Dr. Maya Sari menjelaskan bahwa kejadian seperti ini dapat menimbulkan post-traumatic stress pada para driver yang menyaksikan atau mendengar berita tersebut. “Mereka menjadi lebih waspada, cemas, bahkan ada yang memutuskan berhenti sementara dari profesinya.”

Komunitas Ojol Bersatu Jakarta telah menginisiasi trauma healing untuk para anggotanya. “Kita semua seperti keluarga besar. Kalau satu terluka, yang lain juga merasakan,” ujar Ketua Komunitas, Dedi Supriadi.

Solidaritas dan Dukungan Komunitas

Sebagai bentuk solidaritas, komunitas driver ojol Jakarta menggelar doa bersama untuk Affan dan mengumpulkan dana untuk membantu keluarga yang ditinggalkan. Dalam 24 jam, terkumpul donasi lebih dari Rp 150 juta dari sesama driver dan masyarakat umum.

“Affan adalah sosok yang baik, selalu ramah sama customer dan sesama driver. Dia juga aktif di grup WhatsApp komunitas, sering sharing info jalanan dan tips kerja,” kenang Hendra, sesama driver yang sudah mengenal Affan selama tiga tahun.

Langkah Preventif dan Rekomendasi

Tragedi Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob ini menunjukkan perlunya langkah preventif yang komprehensif. Pakar keamanan publik Prof. Dr. Bambang Widodo menyarankan beberapa hal yang perlu segera diterapkan.

Pertama, perlunya sistem peringatan dini berbasis aplikasi yang terintegrasi dengan informasi keamanan kota. Ketika ada demo atau situasi tidak aman, driver ojol dapat menerima notifikasi real-time untuk menghindari area tersebut.

Kedua, pelatihan khusus keselamatan untuk driver ojol yang mencakup cara mengenali situasi berbahaya dan langkah evakuasi darurat. Ketiga, perlunya protokol keamanan yang jelas bagi aparat dalam menggunakan kendaraan taktis di area publik yang padat penduduk.

Reformasi Prosedur Penanganan Demo

Komisioner Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, menekankan perlunya reformasi dalam prosedur penanganan demonstrasi. “Penggunaan kendaraan berat seperti Barracuda di area publik harus mempertimbangkan keselamatan warga sipil yang tidak terlibat demo.”

Ia menyarankan agar aparat menggunakan pendekatan yang lebih terukur dan selektif, serta memastikan adanya jalur evakuasi yang aman bagi warga sipil. “Tujuan membubarkan demo tidak boleh mengorbankan nyawa warga tidak bersalah seperti yang dialami Affan.”

Tuntutan Keadilan dan Investigasi

Keluarga korban dan berbagai organisasi masyarakat menuntut investigasi transparan terhadap kasus Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob ini. Mereka mendesak agar pelaku yang mengemudikan kendaraan taktis dimintai pertanggungjawaban.

Pengacara keluarga korban, Hotman Paris Hutapea, menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan bagi Affan. “Ini bukan kecelakaan biasa. Ada kelalaian dalam prosedur yang menyebabkan kematian klien kami. Kami akan menggugat secara perdata dan pidana.”

Baca Juga:  Demo 28 Agustus 2025: Ribuan Buruh Gelar Aksi HOSTUM di DPR

Lembaga Bantuan Hukum Jakarta juga menawarkan pendampingan hukum gratis untuk keluarga korban. Mereka menilai kasus ini sebagai pelanggaran HAM yang serius dan harus diusut tuntas.

Tragis! Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob

Peran Media dan Transparansi Informasi

Video tragedi yang viral di media sosial memainkan peran penting dalam mengungkap kasus ini. Jurnalis investigasi Dandhy Laksono menekankan pentingnya transparansi informasi dalam kasus seperti ini. “Media sosial menjadi saksi yang tidak bisa dibungkam. Publik berhak tahu kebenaran.”

Namun, beredarnya video tersebut juga menimbulkan trauma bagi keluarga korban. Pihak keluarga meminta agar video tidak disebarkan lebih lanjut demi menghormati almarhum dan keluarga yang berduka.

Implikasi Jangka Panjang

Kasus Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob ini berpotensi mengubah lanskap perlindungan pekerja gig economy di Indonesia. DPR RI yang menjadi sasaran demo ironisnya kini harus merespons tuntutan untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Platform Digital.

Anggota Komisi VII DPR, Andi Akmal Pasluddin, menyatakan akan mempercepat pembahasan RUU tersebut. “Tragedi ini mengingatkan kita bahwa jutaan driver ojol di Indonesia butuh perlindungan hukum yang kuat.”

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan berencana melakukan kajian ulang terhadap status dan perlindungan pekerja platform digital. Menaker Ida Fauziyah menyatakan komitmen untuk memperbaiki regulasi yang ada.

Reformasi Sistem Keamanan Publik

Tragedi ini juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan publik Indonesia. Pakar kebijakan publik Dr. Ari Dwipayana menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan gap dalam training dan prosedur aparat keamanan.

“Perlu ada reformasi mendasar dalam cara aparat menangani situasi keamanan publik. Prioritas utama harus selalu keselamatan warga sipil,” katanya. Ia menyarankan agar TNI-Polri melakukan review menyeluruh terhadap penggunaan kendaraan taktis dalam operasi keamanan.

Panggilan untuk Aksi Nyata

Tragedi Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob yang menimpa Affan Kurniawan bukan sekadar statistik kecelakaan biasa. Ini adalah cermin ketidakadilan sistem yang memaksa rakyat kecil mencari nafkah di tengah risiko tinggi, sementara perlindungan dari negara masih minim.

Kematian Affan menuntut aksi nyata dari seluruh stakeholder. Pemerintah harus segera memperbaiki regulasi dan perlindungan bagi pekerja gig economy. Platform digital perlu meningkatkan sistem keamanan dan perlindungan mitra. Aparat keamanan harus melakukan reformasi prosedur operasional yang mengutamakan keselamatan warga sipil.

Masyarakat juga dapat berperan dengan mendukung keluarga korban melalui donasi dan doa, serta terus mengawal proses hukum agar keadilan dapat tercapai. Mari jadikan tragedi ini momentum untuk menciptakan sistem yang lebih melindungi pekerja dan warga sipil Indonesia.

Ingatlah Affan Kurniawan bukan hanya sebagai korban, tetapi sebagai pengingat bahwa setiap nyawa berharga dan negara wajib melindungi rakyatnya. Jangan biarkan pengorbanannya sia-sia. Saatnya bergerak untuk perubahan yang nyata.

Artikel ini ditulis berdasarkan informasi terkini per 29 Agustus 2025. Tim redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan update terbaru.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here