Spotify melakukan perubahan fundamental dalam proses pengembangan perangkat lunaknya dengan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Co-CEO sekaligus CPO dan CTO Spotify, Gustav Sonderstrom, mengungkapkan bahwa para insinyur senior di perusahaan tersebut kini tidak lagi menulis baris kode secara manual sejak akhir tahun lalu.
Dalam laporan keuangan kuartal keempat, Sonderstrom menjelaskan bahwa peran pengembang perangkat lunak kini bergeser menjadi pengawas dan evaluator. Para engineer menggunakan AI untuk menghasilkan kode, kemudian memastikan kualitas dan fungsionalitasnya sebelum dipublikasikan.
Implementasi Sistem Honk dan AI Claude Code
Transformasi ini dimungkinkan melalui sistem internal Spotify yang dinamakan Honk. Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat produktivitas coding dengan memanfaatkan model AI Claude Code dari Anthropic. Teknologi ini memungkinkan pembuatan kode otomatis serta mendukung deployment jarak jauh secara real-time.
Sonderstrom memberikan ilustrasi di mana seorang pengembang dapat meminta AI untuk memperbaiki bug saat sedang dalam perjalanan. AI akan memproses perbaikan tersebut dan membuat versi aplikasi baru, sehingga saat pengembang tiba di kantor, mereka hanya perlu meninjau dan merilis hasilnya.
Produktivitas dan Tantangan AI Fatigue
Meski proses penulisan kode tidak lagi dilakukan secara manual, ritme peluncuran fitur baru Spotify tetap terjaga. Sepanjang tahun lalu, platform streaming asal Swedia ini berhasil merilis lebih dari 50 pembaruan produk. Sonderstrom menilai transisi ini sebagai langkah krusial agar perusahaan tetap kompetitif di industri teknologi.
Namun, fenomena ini juga memicu munculnya istilah AI fatigue di kalangan pekerja teknologi. Para insinyur kini menghadapi beban kerja baru berupa pemeriksaan dan perbaikan hasil kode mesin dalam volume besar. Di Spotify, AI diposisikan sebagai pendorong efisiensi dan bukan pengganti total peran manusia.
Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan Pengguna
Di tengah transformasi teknologi tersebut, Spotify mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan. Berikut adalah data pencapaian terbaru perusahaan:
- Jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 751 juta orang.
- Total pelanggan berbayar menyentuh angka 290 juta pengguna.
- Pendapatan perusahaan naik 7 persen (YoY) menjadi 4,53 miliar euro atau sekitar Rp 90,5 triliun.
- Kampanye Spotify Wrapped berhasil menarik 38 juta pengguna baru dalam satu kuartal.
Saat ini, Spotify telah memperluas cakupan layanannya melampaui musik, mencakup podcast, buku audio, video musik, hingga fitur pemesanan tiket konser. Informasi mengenai perkembangan teknologi dan kinerja perusahaan ini dihimpun dari laporan resmi Spotify dan pemberitaan Business Insider.
