Berita

Najwa Shihab dan J.K. Rowling Ungkap Rahasia Jatuh Cinta pada Buku Melalui Satu Bacaan yang Tepat

Advertisement

Pengakuan mengenai ketidaksukaan terhadap aktivitas membaca buku sering kali muncul dalam percakapan sehari-hari tanpa beban. Namun, para pakar dan tokoh literasi menilai bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh watak bawaan, melainkan pengalaman membaca yang belum terasa relevan, menyenangkan, atau bermakna bagi individu tersebut.

Di tengah masyarakat yang dibanjiri informasi, kemampuan membaca secara mendalam menjadi semakin krusial. Aktivitas ini bukan sekadar teknis membaca huruf, melainkan sarana melatih pikiran untuk berpikir panjang dan melihat persoalan dari berbagai sisi guna menghindari jebakan opini dangkal serta hoaks.

Pentingnya Menemukan Buku yang Tepat

Penulis seri populer Harry Potter, J.K. Rowling, pernah menegaskan bahwa ketidaksukaan seseorang terhadap membaca hanyalah indikasi bahwa mereka belum menemukan buku yang tepat. Hal serupa diamini oleh penulis asal Indonesia, Raditya Dika, yang menyatakan bahwa selera membaca bukanlah sesuatu yang statis, melainkan dapat dilatih dan ditumbuhkan.

Sering kali, seseorang menyimpulkan bahwa membaca bukan untuk mereka hanya karena pernah bertemu dengan buku yang membosankan atau terlalu sulit. Padahal, pengalaman tersebut layaknya bertemu dengan orang yang tidak sefrekuensi, yang tidak seharusnya menjadi dasar generalisasi terhadap semua jenis bacaan.

Strategi Jatuh Cinta pada Literasi

Mantan Duta Baca Indonesia periode 2016–2020, Najwa Shihab, menekankan bahwa seseorang hanya membutuhkan satu buku yang tepat untuk mulai mencintai aktivitas membaca. “Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta,” ungkapnya dalam sebuah pesan literasi.

Advertisement

Secara teknis, motivasi membaca dapat dibagi menjadi dua kategori utama yang dapat menjadi pintu masuk bagi pemula:

  • Need (Kebutuhan): Membaca untuk mencari informasi spesifik seperti panduan karier, strategi bisnis, atau persiapan studi lanjut. Ketika buku menjawab kebutuhan nyata, membaca tidak lagi terasa sebagai beban.
  • Want (Keinginan): Membaca berdasarkan hobi atau minat pribadi, seperti biografi musisi, sejarah klub sepak bola, atau novel fiksi untuk memenuhi antusiasme dan kesenangan.

Memanfaatkan Rekomendasi di Era Digital

Bagi pembaca yang masih bingung memulai, pemanfaatan rekomendasi menjadi langkah yang efektif. Saat ini, ulasan dari para bookfluencer di platform seperti Bookstagram, BookTube, dan BookTok dapat menjadi rujukan untuk menemukan karya yang bermutu dan ditulis oleh para ahli di bidangnya.

Penelitian menunjukkan bahwa buku hasil rekomendasi cenderung memberikan kepuasan lebih tinggi bagi pembaca. Hal ini meminimalisir risiko salah pilih buku yang sering kali menjadi penyebab utama seseorang berhenti membaca sebelum menemukan ritme yang nikmat.

Informasi mengenai pentingnya literasi dan tips menemukan bacaan yang relevan ini dirangkum dari berbagai pernyataan tokoh literasi serta panduan pengembangan minat baca yang dirilis melalui berbagai kanal edukasi publik.

Advertisement