Finansial

Analisis Saham ANTM: Target Harga Rp 5.725 dan Strategi Hadapi Lonjakan Permintaan Emas Ritel

Advertisement

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menunjukkan prospek cerah di pasar modal meskipun masyarakat tengah mengeluhkan sulitnya mendapatkan nomor antrean daring untuk pembelian emas fisik. Lonjakan minat investasi ini menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan yang diproyeksikan tetap berada dalam tren naik jangka panjang.

Proyeksi Kenaikan Saham ANTM

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa saham ANTM saat ini berada dalam fase major uptrend. Berdasarkan analisis per 12 Februari 2026, terdapat tiga target harga yang berpotensi dicapai oleh emiten pertambangan ini.

  • Target Pertama (TP1): Rp 4.160 (potensi naik 4,26 persen).
  • Target Kedua (TP2): Rp 5.000 (potensi naik 25,31 persen).
  • Target Ketiga (TP3): Rp 5.725 (potensi naik 43,48 persen).

Nafan merekomendasikan strategi buy atau marginal buy dengan area masuk di kisaran Rp 3.910 hingga Rp 4.110. Sementara itu, level support kuat berada di posisi 3.910 dan 3.610 sebagai batas pengamanan risiko jika terjadi koreksi teknis.

Kinerja Fundamental dan Dampak Geopolitik

Secara fundamental, kinerja ANTM dinilai tetap solid didorong oleh harga emas global yang stabil di atas 5.000 dollar AS per ons akibat ketidakpastian geopolitik. Margin laba dari divisi pemurnian logam mulia diprediksi akan menguat signifikan pada kuartal I-2026.

“Kebijakan pemerintah yang semakin ketat terhadap ekspor bahan mentah justru menguntungkan ANTM karena mereka sudah memiliki infrastruktur pengolahan smelter feronikel yang mapan,” ujar Nafan. Struktur bisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir membuat perseroan dianggap lebih tangguh menghadapi dinamika pasar global.

Keluhan Warga Terkait Fenomena ‘War’ Emas

Di sisi lain, tingginya minat masyarakat memicu fenomena war atau perebutan nomor antrean daring yang sulit ditembus. Engkos (55), salah satu calon pembeli, mengaku berulang kali gagal mengakses situs resmi Antam karena kuota yang sangat terbatas dan sistem yang kerap kembali ke laman akun pribadi.

Advertisement

“Sistemnya war gitu. Ya mungkin karena di Antam terlalu sulit link-nya, terus yang nge-war juga semakin bertambah,” ungkap Engkos saat ditemui di gelaran Jakarta International Jewelry Fair, Sabtu (14/2/2026). Keterbatasan ini juga terlihat di lokasi pameran, di mana hanya 200 dari 600 pengunjung yang berhasil mengakses stan Antam selama empat hari acara.

Penjelasan Manajemen Mengenai Pasokan

Corporate Secretary Antam, Wisnu Haryanto, mengonfirmasi adanya peningkatan permintaan yang sangat signifikan namun belum sebanding dengan ketersediaan pasokan saat ini. Perusahaan kini tengah berupaya melakukan pemerataan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.

“Antam terus berupaya meningkatkan pasokan emas, khususnya dari dalam negeri, melalui penguatan kolaborasi dengan mitra strategis agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal,” jelas Wisnu. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kendala antrean yang dialami konsumen ritel di berbagai butik emas.

Informasi lengkap mengenai perkembangan kinerja perusahaan dan layanan pelanggan disampaikan melalui pernyataan resmi PT Aneka Tambang Tbk yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement