Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau operasional Rice Milling Unit (RMU) milik PT Sri Tani Berkah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (1/3/2026). Kunjungan kerja ini dilakukan untuk melihat langsung operasional mitra makloon Bulog yang memproduksi beras untuk program Bantuan Pangan serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Dalam kesempatan tersebut, Rizal didampingi oleh Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Fahrurozi, Pemimpin Kantor Cabang Makassar Faris Sudirman, Komandan Kodim Maros Agung Yuhono, serta jajaran manajemen PT Sri Tani Berkah.
Dukungan Bulog untuk Program Pangan Nasional
Mitra makloon Bulog ini memiliki peran krusial dalam mendukung penugasan pemerintah melalui produksi beras. Beras tersebut dialokasikan untuk program Bantuan Pangan (Banpang) dan beras SPHP yang didistribusikan kepada masyarakat luas.
Inovasi Pemanfaatan Sekam Padi
Pada kunjungan ini, Rizal secara khusus mendorong inovasi teknologi dalam proses pengolahan padi, terutama pemanfaatan sekam padi. Ia mengusulkan agar sekam padi dapat diolah menjadi arang atau produk turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomis, sehingga tidak terbuang percuma dan memberikan manfaat tambahan bagi petani serta pelaku usaha penggilingan padi.
“Bulog mendorong pemanfaatan teknologi agar seluruh hasil samping dari proses penggilingan padi dapat dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi arang atau produk bernilai ekonomi, sehingga memberikan tambahan manfaat bagi petani dan industri penggilingan padi,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).
Advertisement
Inovasi pemanfaatan sekam padi ini diharapkan dapat mulai dikembangkan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Langkah awal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah pada sektor pengolahan padi.
Komitmen Penguatan Kolaborasi
Melalui kunjungan ini, Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan mitra penggilingan padi. Hal ini penting guna memastikan kualitas produksi beras serta mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan secara berkelanjutan.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Perum Bulog yang dirilis pada Senin, 2 Maret 2026.
