Finansial

Donald Trump Beri Sinyal Serangan Militer ke Iran, Bursa Saham Wall Street Langsung Anjlok Berjamaah

Advertisement

Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual investor yang berupaya mengurangi risiko di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran.

Kinerja Indeks Utama Wall Street

Berdasarkan data CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 267,50 poin atau 0,54 persen ke level 49.395,16. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 0,28 persen ke posisi 6.861,89 dan Nasdaq Composite melemah 0,31 persen menjadi 22.682,73.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, S&P 500 tercatat hanya menguat tipis 0,2 persen. Meskipun Dow Jones masih membukukan kenaikan lebih dari 2 persen, indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi justru telah merosot lebih dari 2 persen sejak awal tahun.

Ketegangan Geopolitik dan Ancaman Militer

Meningkatnya kekhawatiran pasar beriringan dengan kenaikan harga minyak mentah setelah hubungan AS dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengambil keputusan dalam 10 hari ke depan mengenai kemungkinan peluncuran serangan militer terhadap Iran.

“Jadi sekarang kami mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin juga tidak. Mungkin kami akan mencapai kesepakatan. Anda akan mengetahuinya dalam kira-kira 10 hari ke depan,” ujar Presiden Trump dalam pertemuan perdana Board of Peace.

Tekanan di Sektor Keuangan dan Teknologi

Sektor keuangan menjadi salah satu penekan utama pasar, khususnya pada saham pembiayaan kredit swasta. Blue Owl Capital anjlok sekitar 6 persen setelah mengumumkan pengetatan likuiditas investor usai penjualan aset pinjaman senilai 1,4 miliar dollar AS. Kondisi ini turut menyeret saham manajer aset lainnya seperti Blackstone dan Apollo Global Management yang masing-masing merosot lebih dari 5 persen.

Advertisement

Di sektor teknologi, saham perangkat lunak mengalami tekanan akibat kekhawatiran terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Salesforce turun lebih dari 1 persen, Intuit melemah 2 persen, dan Cadence Design Systems terkoreksi hampir 3 persen. CEO Mistral AI, Arthur Mensch, sempat menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen perangkat lunak perusahaan berpotensi digantikan oleh teknologi AI.

Analisis Perubahan Kepemimpinan Pasar

Chief Investment Officer Procyon, Antonio Rodrigues, menilai pergerakan pasar saat ini menunjukkan adanya perubahan arah kepemimpinan sektor. Ia menekankan pentingnya pertumbuhan laba dari saham-saham di luar kelompok raksasa teknologi untuk menjaga tren penguatan bursa.

“Kita perlu melihat momentum pertumbuhan laba mulai muncul dari 490 saham lainnya,” kata Rodrigues merujuk pada konstituen S&P 500 di luar perusahaan berkapitalisasi besar. Ia menambahkan bahwa sektor industri dan infrastruktur jaringan listrik masih memiliki prospek jangka panjang yang kuat karena proyek-proyeknya bersifat berkelanjutan dalam hitungan dekade.

Informasi mengenai perkembangan pasar modal global ini merujuk pada data perdagangan bursa Amerika Serikat dan pernyataan resmi pihak terkait yang dirilis pada 20 Februari 2026.

Advertisement