Finansial

Ekonomi AS 2025 Melambat Drastis: Shutdown Pemerintah dan Inflasi Tinggi Jadi Sorotan Utama

Advertisement

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang kontras, dengan perlambatan tajam di kuartal akhir. Data awal yang dirilis pemerintah pada Minggu, 22 Februari 2026, mempertegas tantangan struktural yang dihadapi negara adidaya tersebut, meskipun permintaan domestik masih menunjukkan kekuatan di tengah belitan kebijakan fiskal dan moneter yang ketat.

Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi AS di Kuartal IV 2025

Laporan awal Bureau of Economic Analysis (BEA) Departemen Perdagangan AS mengungkap bahwa produk domestik bruto (PDB) riil hanya tumbuh 1,4 persen secara annualized pada periode Oktober–Desember 2025. Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya menempatkan pertumbuhan sekitar 3,0 persen, serta turun signifikan dari laju 4,4 persen di kuartal sebelumnya.

Pelemahan tersebut terjadi dalam konteks kontraksi tajam belanja pemerintah federal, yang merupakan penurunan terbesar sejak awal 1970-an. Hal ini menyusul pengalaman pemerintahan federal AS yang mengalami shutdown terpanjang dalam sejarahnya selama 43 hari. Pengeluaran pemerintah federal yang turun sekitar 16,6 persen selama kuartal IV 2025 diperkirakan memotong sekitar 1,15 poin persentase dari pertumbuhan PDB.

Kontribusi Komponen Permintaan Domestik

Meskipun terjadi perlambatan secara keseluruhan, komponen permintaan domestik masih memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan output. Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari dua pertiga ekonomi AS, tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibanding periode sebelumnya. Pertumbuhan belanja konsumen mencapai sekitar 2,4 persen pada kuartal IV 2025.

Ketahanan ini menunjukkan bahwa rumah tangga, terutama di kalangan berpendapatan tinggi, masih mampu menopang aktivitas ekonomi meskipun tingkat tabungan turun dan tekanan inflasi tetap tinggi. Investasi bisnis juga tetap kuat, terutama pada intellectual property dan riset serta pengembangan yang erat kaitannya dengan teknologi artificial intelligence (AI). Namun, belanja untuk struktur fisik seperti pabrik dan bangunan masih mengalami kontraksi.

Isu Inflasi dan Kebijakan Moneter

Di tengah perlambatan output, tekanan harga tetap menjadi perhatian serius. Indeks harga konsumsi pribadi (PCE), khususnya core PCE yang menjadi acuan Federal Reserve (The Fed), menunjukkan kenaikan sekitar 3,0 persen secara tahunan pada Desember 2025. Angka ini jauh di atas target inflasi bank sentral yang sebesar 2,0 persen.

Data inflasi yang persisten ini mendukung keputusan The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunga dan menunda pemangkasan suku bunga lebih lanjut, meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Advertisement

Pertumbuhan Ekonomi AS Secara Tahunan: 2025 vs 2024

Secara keseluruhan, ekonomi AS diperkirakan tumbuh sekitar 2,2 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini lebih lambat dibanding 2,8 persen yang tercatat pada tahun 2024. Laju pertumbuhan ekonomi AS pada 2025 ini merupakan yang terendah sejak 2020, menandakan melemahnya momentum ekonomi setelah periode ekspansi yang kuat.

“Dengan stabilnya ekonomi dan pasar tenaga kerja serta inflasi yang masih tinggi, kami memperkirakan The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang stabil dalam jangka waktu yang lama,” kata ekonom Oxford Economics Michael Pearce.

Faktor Politik dan Risiko Eksternal

Beberapa faktor kebijakan turut menyumbang ketidakpastian dalam pertumbuhan ekonomi. Penutupan pemerintahan (government shutdown) yang berlangsung sejak Oktober 2025 bukan hanya berdampak pada belanja negara, tetapi juga memperlambat rilis sejumlah data ekonomi penting. Data ini bahkan sempat tertunda karena shutdown, mencerminkan dampak langsung gangguan fungsi pemerintahan terhadap pemantauan ekonomi.

Selain itu, sejumlah kebijakan tarif dan perdagangan yang menjadi pusat kebijakan pada 2025 turut memengaruhi sektor ekspor dan impor. Studi tentang tarif perdagangan yang diberlakukan pada tahun itu menunjukkan peningkatan tajam pendapatan dari bea masuk, namun juga memunculkan tantangan terhadap hubungan dagang dan biaya produksi domestik.

Arah Pertumbuhan di 2026

Menyusul pertumbuhan yang melambat di akhir 2025, pandangan ekonomi untuk tahun 2026 menunjukkan harapan moderat. Presiden Atlanta Fed, Raphael Bostic, menyebut angka pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,2 persen pada 2025 cukup kuat. Bostic memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS bisa bertambah menjadi 2,4 persen pada 2026 jika kondisi permintaan tetap solid. Namun demikian, ia juga menekankan tantangan inflasi yang masih tinggi.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui laporan awal Bureau of Economic Analysis (BEA) Departemen Perdagangan AS dan dikutip dari warta Reuters pada Minggu, 22 Februari 2026.

Advertisement