Finansial

Elnusa (ELSA) Catat Rekor Harga Saham Tertinggi Sejak IPO 2008, Ini Strategi Pertumbuhan 2026

Advertisement

PT Elnusa Tbk (ELSA) mencetak rekor harga saham tertinggi sepanjang sejarah sejak melantai di bursa pada tahun 2008. Pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, saham ELSA ditutup di level Rp 770, melampaui harga penawaran perdana Rp 400. Penguatan ini memicu perhatian pasar terhadap faktor fundamental yang menopang kenaikan saham ELSA lebih dari 40 persen secara year to date.

Kinerja Operasional Menopang Penguatan Saham

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menjelaskan bahwa penguatan saham perseroan tidak terlepas dari konsistensi kinerja operasional sepanjang tahun 2025. “Sepanjang 2025, Elnusa mampu menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten di seluruh lini bisnis,” ujar Rustam dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa, 24 Februari 2026.

Diversifikasi Bisnis dan Capaian Proyek Sepanjang 2025

Di segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa berhasil menyelesaikan sejumlah proyek seismik di berbagai wilayah kerja utama. Proyek-proyek ini berperan penting dalam mendukung eksplorasi dan pengembangan migas, sekaligus menjaga kesinambungan pendapatan perseroan.

Lini Oil Field Services Elnusa merampungkan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu. Pelaksanaan proyek ini dilakukan dengan penerapan standar HSSE tanpa insiden keselamatan. Sementara itu, bisnis engineering, procurement, construction & operation maintenance (EPC-OM) menuntaskan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari jadwal dan berhasil memperoleh kontrak baru di lingkungan Pertamina Group.

Anak usaha Elnusa di bidang distribusi dan logistik energi turut berkontribusi signifikan. Mereka mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar sebesar 29 persen dan memperoleh 42 proyek baru sepanjang tahun 2025. Capaian ini memperkuat posisi perseroan dalam rantai pasok energi nasional dan memperluas basis pendapatan berulang.

Ekspansi juga dilakukan di segmen jasa penunjang migas, termasuk melalui layanan OCTG di Aljazair serta keterlibatan dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Thailand. Bisnis data dan warehouse management Elnusa juga mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95 persen.

Advertisement

Strategi Pertumbuhan Elnusa untuk Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Elnusa mengusung arah strategis bertajuk “Rediscover Technology and Innovation Edge”. Strategi ini berfokus pada penguatan operational excellence berbasis inovasi, efisiensi biaya melalui pendekatan cost leadership, serta integrasi sinergi di dalam ekosistem Elnusa Group dan Pertamina Group.

Manajemen Elnusa menilai fondasi fundamental yang telah terbangun sepanjang tahun 2025 menjadi modal penting untuk menjaga kinerja jangka panjang. Melalui kombinasi diversifikasi bisnis, disiplin operasional, dan ekspansi selektif, perseroan berupaya mempertahankan kepercayaan investor di tengah dinamika industri energi.

Sebagai informasi, PT Elnusa Tbk merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi. Perusahaan ini tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina dan bergerak di bidang jasa energi terintegrasi, meliputi jasa hulu migas, distribusi dan logistik energi, hingga jasa penunjang migas.

Informasi lengkap mengenai capaian kinerja dan strategi Elnusa disampaikan melalui pernyataan resmi perseroan yang dirilis pada Selasa, 24 Februari 2026.

Advertisement