PT Elnusa Petrofin (EPN) resmi mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pengembangan ekosistem energi rendah karbon di lingkungan Pertamina Group untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Keterlibatan Elnusa Petrofin dalam proyek ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon (low carbon business). Sebagai anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) di bawah Subholding Upstream Pertamina, perusahaan berupaya memperkuat posisi sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap transisi energi global.
Pilar Keberlanjutan dan Standar Green Terminal
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan yang berbasis pada delapan pilar keberlanjutan. Implementasi standar ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing aset energi nasional di pasar global.
Delapan pilar tersebut meliputi:
- Sistem manajemen lingkungan.
- Infrastruktur berstandar internasional.
- Digitalisasi operasional.
- Teknologi ramah lingkungan.
- Ekonomi sirkuler.
- Pengendalian kualitas lingkungan.
- Perlindungan biodiversitas.
- Penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa Green Terminal adalah bagian dari roadmap NZE 2060 Pertamina.
“Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,”
ujar Agung dalam siaran pers pada Senin (16/2/2026).
Peran Strategis Terminal LPG Tanjung Sekong
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan karena peran vitalnya dalam infrastruktur energi nasional. Fasilitas ini berkontribusi sekitar 35 hingga 40 persen terhadap total pasokan LPG nasional dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton.
Selain kapasitas simpan yang besar, terminal ini dilengkapi dermaga dengan kapasitas hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT). Transformasi menuju Green Terminal diharapkan memodernisasi infrastruktur energi agar lebih selaras dengan target penurunan emisi karbon nasional.
Integrasi Green Hydrogen dan Distribusi Energi Bersih
Dalam pelaksanaannya, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai energi hijau. Perusahaan mendukung distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu untuk operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong.
Pemanfaatan Green Hydrogen ini ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal. Penggunaan energi bersih tersebut juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi tidak langsung atau Scope 2 emissions yang berasal dari konsumsi listrik operasional.
Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menegaskan bahwa dukungan ini adalah bagian dari transformasi bisnis menuju layanan logistik energi berkelanjutan. Doni menilai kolaborasi lintas entitas di Pertamina Group menjadi faktor kunci dalam mendorong infrastruktur energi rendah karbon di Indonesia.
Informasi lengkap mengenai inisiatif Green Terminal ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Pertamina (Persero) dan Elnusa Petrofin yang dirilis pada 16 Februari 2026.
