Indonesia dan Amerika Serikat resmi memulai kerja sama strategis dalam pengembangan industri semikonduktor di Galang, Batam. Proyek ini diawali dengan nilai investasi sebesar 4,9 miliar dollar AS atau setara Rp 82 triliun. Kemitraan tersebut ditandai melalui penandatanganan perjanjian bisnis antara PT Galang Bumi Industri dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat, termasuk Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA.
Detail Investasi dan Pengembangan Infrastruktur
Direktur Utama Galang Bumi Industri, Ahmad Maruf Maulana, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di Indonesia. Ekosistem yang dibangun mencakup pengolahan kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP ini mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell,” ujar Ahmad Maruf Maulana dalam keterangan pers, Kamis (19/2/2026).
Ekosistem Hilirisasi dan Produksi Terintegrasi
Melalui Tynergy Group of Companies, pengembangan ekosistem hilirisasi akan mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia. Selain itu, pemurnian polysilicon akan dilakukan melalui PT Essence Global Indonesia.
Jika tahap awal ini berjalan sukses, terdapat potensi tambahan investasi sebesar 26,7 miliar dollar AS. Dana tersebut akan dialokasikan untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi guna melengkapi siklus produksi semikonduktor yang terintegrasi di tanah air.
Dampak Ekonomi dan Transfer Teknologi
Investasi awal dari Tynergy Technology Corp ditargetkan mencapai 250 juta dollar AS untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang. Proyek ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil bagi masyarakat lokal.
Untuk mendukung pasokan energi, Tynergy Group akan membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium ion dengan kapasitas 150 MW. Kerja sama ini juga melibatkan kolaborasi lintas batas antara dua zona ekonomi bebas:
- PSN Wiraraja GESEIP di Galang, Batam.
- Solanna Akimel 7 Technopark di Phoenix, Arizona.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan. Presiden Prabowo Subianto menilai langkah ini sebagai penguatan kemitraan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing industri global.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Galang Bumi Industri yang dirilis pada Kamis, 19 Februari 2026.
