Finansial

IPOT Perbarui LADI, Mudahkan Investor Pantau Akumulasi dan Distribusi Saham Tanpa Delay di Pasar Volatil

Advertisement

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) secara resmi meluncurkan versi terbaru LADI (Live Accumulation/Distribution Indicator) pada Rabu, 25 Februari 2026. Inovasi ini diklaim sebagai indikator akumulasi dan distribusi saham berbasis data real-time pertama dan satu-satunya yang tersedia bagi investor ritel di Indonesia.

Peluncuran LADI terbaru ini menandai bagian dari transformasi teknologi IPOT di industri pasar modal nasional. Melalui fitur ini, investor kini dapat memantau tekanan beli dan jual saham secara langsung saat transaksi berlangsung, bukan lagi berdasarkan data historis.

Transformasi Teknologi IPOT: Dari Data Viewer ke Market Intelligence Engine

IPOT menyoroti bahwa sebagian besar aplikasi sekuritas di Indonesia masih beroperasi sebagai data viewer, yang hanya menampilkan indikator berbasis data historis. Dalam kondisi pasar yang bergerak setiap detik, perbedaan antara indikator real-time dan indikator berbasis data masa lalu dinilai berdampak signifikan pada kualitas pengambilan keputusan investor.

President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, menjelaskan bahwa peluncuran LADI bukan sekadar penambahan fitur, melainkan pergeseran pendekatan dari model data viewer menuju market intelligence engine. Arsitektur sistem yang dikembangkan secara internal memungkinkan indikator LADI diperbarui secara kontinu seiring transaksi terjadi di pasar.

“Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat pasar, maka akan muncul gap antara realitas dan persepsi. Dalam trading, gap tersebut dapat berarti masuk setelah momentum selesai atau keluar setelah distribusi terjadi,” ujar Moleonoto dalam siaran persnya.

Fitur Unggulan LADI untuk Investor Ritel

LADI menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk memberikan visibilitas langsung terhadap tekanan akumulasi dan distribusi yang sedang berlangsung. Investor tidak lagi hanya melihat data “kemarin”, melainkan memperoleh informasi terkini.

  • Live Accumulation/Distribution Indicator berbasis streaming data.
  • Monitoring beberapa saham sekaligus dalam satu layar.
  • Komparasi performa 1D, 1M, 1Y, YTD hingga 10Y secara dinamis.
  • Deteksi tekanan akumulasi dan distribusi tanpa delay.

Meskipun jumlah investor ritel, khususnya generasi milenial dan Gen Z, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, IPOT menilai pertumbuhan ini belum sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan standar teknologi di industri sekuritas. Mayoritas platform masih menggunakan pendekatan indikator berbasis data historis, bukan engine analitik berbasis streaming real-time.

Risiko Indikator Non-Real-time bagi Investor

IPOT juga menyoroti sejumlah implikasi risiko dari penggunaan indikator non-real-time bagi investor ritel. Keterlambatan dalam mendeteksi fase akumulasi atau distribusi berpotensi membuat investor masuk ketika fase akumulasi hampir selesai atau keluar setelah distribusi berlangsung, sehingga momentum utama kerap terlewat.

Advertisement

Selain itu, penggunaan indikator historis dapat menciptakan false sense of timing, di mana investor merasa telah membaca sinyal pasar padahal indikator tersebut merepresentasikan kondisi masa lalu. Pendekatan non-live juga mendorong trading reaktif berbasis harga, bukan berbasis tekanan underlying, yang dapat meningkatkan risiko kesalahan eksekusi dalam volatilitas tinggi.

Tanpa integrasi real-time dalam satu tampilan, investor harus berpindah halaman untuk verifikasi tambahan, yang dapat memperlambat proses analisis. IPOT menegaskan bahwa jika pasar bergerak secara real-time, indikator juga seharusnya diperbarui secara real-time.

Demokratisasi Teknologi Institusional untuk Investor Ritel

Pengembangan indikator real-time seperti LADI memerlukan infrastruktur data streaming berkecepatan tinggi, sistem low-latency, kemampuan algorithmic coding presisi tinggi, serta tim kuantitatif internal. IPOT memilih membangun engine algoritmik LADI secara internal untuk memastikan indikator diperbarui secara kontinu mengikuti transaksi pasar.

Accumulation/Distribution Indicator dikenal sebagai alat analisis yang lazim digunakan dalam trading institusional. Dengan menghadirkan LADI kepada investor ritel, IPOT menyebut langkah ini sebagai demokratisasi teknologi institutional-grade, memberikan akses alat analisis yang sebelumnya identik dengan pelaku pasar besar.

“Investor berhak mendapatkan teknologi yang selaras dengan dinamika pasar. Jika pasar bergerak real-time, indikator seharusnya juga real-time,” pungkas Moleonoto. Peluncuran ini juga menjadi penanda pergeseran paradigma industri sekuritas, dari kompetisi berbasis kemudahan tampilan menuju kompetisi berbasis kualitas engine analitik.

Informasi lengkap mengenai LADI disampaikan melalui siaran pers resmi PT Indo Premier Sekuritas yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement