Sepak Bola

Kecam Rasisme, Chelsea dan Burnley Tegaskan Sikap Usai Insiden Pelecehan Terhadap Fofana dan Mejbri

Advertisement

Pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Burnley pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB di Stamford Bridge berakhir imbang 1-1, namun menyisakan cerita kelam. Dua pemain, Wesley Fofana dari Chelsea dan Hannibal Mejbri dari Burnley, menjadi korban pelecehan berbau rasial oleh oknum suporter.

Insiden Pelecehan Rasial di Stamford Bridge

Laga yang berakhir dengan gol Joao Pedro untuk Chelsea dan Zian Flemming untuk Burnley tersebut diwarnai insiden tidak terpuji. Wesley Fofana, bek asal Prancis, menjadi sasaran cemooh dan pelecehan rasial dari sebagian penggemar Chelsea.

Perlakuan ini bukan kali pertama dialami Fofana. Setahun sebelumnya, ia juga mendapat perlakuan serupa saat Chelsea kalah dari Arsenal. “Tahun 2026, tetap sama saja, tidak ada yang berubah. Orang-orang ini tidak pernah dihukum,” tulis Fofana melalui akun Instagram pribadinya.

Selain Fofana, pemain Burnley, Hannibal Mejbri, juga mengalami serangan serupa dari suporter Chelsea. Mejbri menyatakan kekesalannya atas insiden tersebut, mengingat praktik diskriminatif semacam ini masih terjadi di era sepak bola modern.

Kecaman Keras dari Klub

Menanggapi insiden tersebut, Chelsea segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk tindakan rasisme. Klub menegaskan dukungan penuhnya kepada Wesley Fofana.

Advertisement

“Perilaku seperti ini tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai klub. Tidak ada ruang untuk rasisme,” demikian bunyi pernyataan resmi Chelsea.

Senada dengan Chelsea, Burnley juga mengecam keras pelecehan rasial yang menimpa pemainnya. “Tidak ada tempat bagi tindakan seperti ini di masyarakat. Klub tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk diskriminasi,” tulis pernyataan resmi Burnley.

Informasi lebih lanjut mengenai insiden pelecehan rasial ini disampaikan melalui pernyataan resmi kedua klub dan unggahan pribadi para pemain yang dirilis setelah pertandingan pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Advertisement