Finansial

Kematian Pemimpin Iran Picu Kenaikan Harga Bitcoin Lebih dari 2,6 Persen di Pasar Kripto Global

Advertisement

Pasar kripto global menunjukkan respons tak terduga pada Minggu, 1 Maret 2026, dengan mayoritas aset digital bergerak di zona hijau. Kenaikan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang memanas antara Iran dan Israel, serta keterlibatan Amerika Serikat, yang sebelumnya dikhawatirkan memicu aksi risk-off di pasar keuangan tradisional.

Kenaikan Signifikan Harga Kripto

Harga Bitcoin (BTC) berhasil pulih dari pelemahan awal, menguat lebih dari 2,62 persen ke level 67.555,83 dollar AS. Lonjakan tajam ini terjadi pada awal perdagangan di pasar Asia, Minggu, setelah Iran mengonfirmasi kematian pemimpin tertingginya dalam operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, Bitcoin sempat naik lebih dari 2 persen hingga menyentuh 68.196 dollar AS, meskipun sehari sebelumnya harga sempat merosot hampir 4 persen akibat kepanikan pasar. Pada pukul 11.00 waktu Singapura, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 67.700 dollar AS.

Aset kripto lainnya juga menunjukkan performa positif. Ether (ETH) menguat 5 persen ke posisi 2.021,35 dollar AS, bahkan sempat menembus level 2.000 dollar AS. Beberapa altcoin seperti XRP naik sekitar 4,6 persen, BNB menguat lebih dari 2 persen, serta SOL mencatat kenaikan hampir 7,5 persen. Aset-aset kecil seperti DOGE dan ADA juga menunjukkan pertumbuhan masing-masing di atas 3 persen.

Data dari CoinGecko mencatat kapitalisasi pasar kripto kembali bertambah sekitar 32 miliar dollar AS hingga Minggu pagi, setelah sebelumnya menyusut sekitar 128 miliar dollar AS dalam sehari.

Analisis Para Ahli Terkait Reaksi Pasar

Markus Thielen, Kepala Riset di 10x Research, menyatakan bahwa para trader umumnya tidak memperkirakan konflik Iran akan membawa konsekuensi ekonomi besar yang negatif. Ia menambahkan, permintaan terhadap opsi beli (call) Bitcoin jelas meningkat dalam beberapa hari terakhir, dan pelaku pasar juga mulai memposisikan diri menjelang pertemuan Federal Reserve.

Advertisement

Hayden Hughes, Managing Partner di Tokenize Capital, menyoroti peran Bitcoin sebagai satu-satunya aset likuid besar yang diperdagangkan 24/7. “Bitcoin adalah satu-satunya aset likuid besar yang diperdagangkan 24/7, sehingga menyerap seluruh tekanan jual yang biasanya tersebar di saham, obligasi, dan komoditas,” ujarnya. Hughes menilai proses penemuan harga yang sesungguhnya akan terlihat pada Senin ketika pasar saham AS dan ETF Bitcoin kembali dibuka.

Justin d’Anethan, Kepala Riset di Arctic Digital, menambahkan bahwa Bitcoin berperan sebagai katup tekanan ketika peristiwa besar terjadi di akhir pekan. “Dampak awal terhadap Bitcoin tidak sedrastis yang diperkirakan sebagian pelaku pasar,” jelasnya. Ia juga mencatat bahwa sebagian besar posisi leverage sudah terlikuidasi dan penjual mulai kehabisan tenaga, sehingga dampak peristiwa makro menjadi lebih terbatas.

Konteks Geopolitik dan Volatilitas Pasar

Konflik di Timur Tengah sempat memicu gejolak di pasar kripto saat pemboman dan serangan balasan mulai terjadi, termasuk serangan Iran ke Israel dan sejumlah negara Teluk, serta ancaman terhadap pangkalan AS di Irak. Namun, berbeda dengan pasar saham yang tutup di akhir pekan, pasar kripto tetap aktif.

Hughes juga mengingatkan bahwa peristiwa ini bukan kejadian kecil, dengan rudal menghantam Dubai, pembalasan Iran di kawasan Teluk, serta risiko penutupan Selat Hormuz. Dalam beberapa bulan terakhir, pasar kripto memang berada dalam tren melemah, dengan Bitcoin telah turun sekitar 50 persen dari rekor tertingginya di atas 126.000 dollar AS pada Oktober, setelah gelombang likuidasi besar-besaran posisi leverage.

Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar kripto ini disampaikan melalui data CoinMarketCap dan analisis dari para ahli industri yang dirilis pada Minggu, 1 Maret 2026.

Advertisement