Finansial

Manulife Ungkap Kesenjangan Kesiapan Finansial Masyarakat Indonesia Hadapi Masa Tua yang Mandiri

Advertisement

Kemandirian finansial kini menjadi ukuran utama hidup sejahtera masyarakat Indonesia di masa tua, menggeser prioritas usia panjang semata. Pergeseran cara pandang ini terungkap dari Manulife Asia Care Survey (ACS) 2025, yang menunjukkan hanya 6 persen responden menjadikan usia panjang sebagai prioritas utama.

Sebanyak 56 persen responden justru memilih memiliki kemandirian finansial serta kemampuan untuk tetap aktif secara fisik dan mental tanpa membebani keluarga di hari tua.

Prioritas Baru di Tengah Ketidakpastian

“Hidup lebih lama seharusnya memberi masyarakat lebih banyak pilihan, bukan justru mengurangi kemandirian. Tantangan terbesar saat ini bukan soal memperpanjang usia, melainkan tetap hidup mandiri di tengah ketidakpastian yang semakin kompleks,” ujar Presiden Direktur Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/2/2026).

Meskipun memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya kemandirian, kenyataannya masyarakat Indonesia masih minim persiapan untuk mencapainya. Tanpa persiapan yang tepat, usia panjang berisiko menjadi fase hidup yang penuh ketergantungan, baik secara finansial maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Kesenjangan Kesiapan Finansial dan Pengelolaan Aset

Hasil Manulife Asia Care Survey 2025 mengungkap bahwa 76 persen responden Indonesia merasa sudah berada di jalur yang tepat dalam menyiapkan dana pensiun. Namun, hampir setengah responden mengakui hanya mampu bertahan kurang dari satu tahun jika sumber pendapatan utama mereka tiba-tiba terhenti.

Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan finansial masyarakat Indonesia masih rapuh di tengah dinamika hidup yang semakin tidak terduga. Kerapuhan ini diperkuat oleh pola pengelolaan aset yang masih sangat konservatif, di mana 73 persen responden Indonesia sangat mengandalkan kas dan simpanan bank.

Rata-rata sekitar 49 persen total aset disimpan dalam bentuk kas atau deposito. “Cara tersebut memang memberikan rasa aman, tapi hanya dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, nilai aset tersebut akan tergerus oleh inflasi biaya hidup dan kesehatan,” jelas Lauren.

Oleh karena itu, perencanaan keuangan tidak lagi cukup sekadar menabung, tetapi juga membutuhkan strategi agar bisa bertahan di setiap fase kehidupan.

Strategi Menumbuhkan Kemandirian Finansial

“Kemandirian dibangun dari rangkaian keputusan kecil yang konsisten (sejak dini) dengan pemahaman menyeluruh terhadap risiko hidup, baik yang bisa diprediksi maupun yang datang tanpa rencana,” ungkap Lauren berdasarkan pengalamannya di industri jasa keuangan.

Untuk itu, pendampingan profesional, termasuk dari tenaga pemasar asuransi atau agen, sangat diperlukan dalam perencanaan keuangan. Pendampingan ini bukan untuk menjanjikan kepastian, melainkan membantu keluarga mempersiapkan berbagai kemungkinan secara lebih terstruktur dan adaptif.

Manulife sendiri terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan para tenaga pemasar melalui program Manulife Pro, yang sejak diluncurkan pada 2024 telah mendaftarkan lebih dari 600 tenaga pemasar. Kemitraan strategis Manulife dengan Million Dollar Round Table (MDRT) juga memperkuat standar layanan para tenaga pemasar.

Advertisement

Skala pelayanan ini didukung oleh fondasi operasional Manulife Indonesia yang kuat, melayani sekitar 2 juta nasabah, memiliki lebih dari 50 kantor pemasaran, dan lebih dari 16.000 tenaga pemasar profesional.

Solusi Perlindungan dan Perencanaan Manulife

Pendampingan profesional tersebut ditopang oleh rangkaian solusi perlindungan dan perencanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Solusi seperti Manulife Dynamic Wealth Assurance (MDWA) dapat membantu keluarga merancang tujuan jangka menengah dan panjang, mulai dari pendidikan hingga persiapan pensiun, secara lebih terstruktur.

Kemudian, Manulife PRIME, hasil kolaborasi dengan Bank DBS Indonesia, hadir untuk menjawab kebutuhan perencanaan lintas generasi serta memberikan kejelasan dan ketersediaan likuiditas dalam transisi warisan agar kesinambungan finansial keluarga tetap terjaga.

Selain produk berorientasi solusi seperti MDWA dan perencanaan warisan melalui Manulife PRIME, Manulife juga menyediakan proteksi komprehensif terhadap risiko kesehatan yang dapat mengganggu kemandirian finansial keluarga. Melalui Proteksi Prima Perlindungan Andalan (PPPA) yang dipasarkan bersama Bank Danamon, nasabah bisa memperoleh perlindungan atas 89 kondisi penyakit kritis, manfaat meninggal dunia, serta manfaat akhir masa pertanggungan dengan masa pembayaran premi yang hanya lima tahun.

Seluruh solusi tersebut dirancang untuk membantu keluarga tetap tangguh menghadapi ketidakpastian kesehatan yang muncul.

Komitmen Manulife Melalui Pembayaran Klaim

Keunggulan produk perlindungan Manulife terlihat dari klaim yang telah dibayarkan. Selama 2025, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp 8 triliun (unaudited) kepada nasabah, dengan klaim syariah mencapai sekitar Rp 278 miliar (unaudited).

Jumlah klaim ini menjadi dukungan finansial bagi ribuan keluarga ketika menghadapi sakit, kehilangan, atau perubahan besar dalam hidup. “Bagi Lauren, jumlah klaim sebesar itu menunjukkan komitmen dari Manulife dan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap produk perlindungan dari Manulife. Kepercayaan ini dibangun melalui proses klaim yang adil, transparansi, dan komitmen untuk hadir sebagai mitra jangka panjang, tidak hanya di awal perjalanan, tetapi juga di saat-saat paling krusial,” jelasnya.

Lauren melanjutkan, pergeseran prioritas masyarakat membawa satu kesadaran penting, yakni hidup yang lebih baik bukan tentang menghindari ketidakpastian, melainkan memiliki kesiapan untuk menghadapinya. Ketika fondasi finansial yang lebih tangguh, perencanaan yang tepat, dan pendampingan profesional sudah dibangun sejak dini, pertanyaan soal menjalani hidup hingga masa tua pun tidak lagi terasa menakutkan. Pertanyaan itu justru menjadi undangan untuk menjalani hidup dengan lebih percaya diri, mandiri, dan bermakna di setiap fase kehidupan.

Informasi lengkap mengenai hasil survei dan solusi perlindungan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Manulife Indonesia yang dirilis pada Jumat (6/2/2026).

Advertisement