Finansial

Mendag Ungkap Strategi UMKM Bisa Ekspor, Pisang Kepok Keling Sumut Jadi Bukti Tembus Pasar Global

Advertisement

Pisang kepok keling dari Sumatera Utara berhasil menembus pasar internasional. Menteri Perdagangan Budi Santoso secara langsung melepas ekspor sembilan ton pisang kepok keling senilai sekitar Rp270 juta ke Malaysia pada Jumat, 27 Februari 2026, di Tebing Tinggi.

Program UMKM Bisa Ekspor Dorong Daya Saing Global

Pelepasan ekspor ini merupakan bagian dari program “UMKM Bisa Ekspor” yang digagas Kementerian Perdagangan. Program ini bertujuan memperkuat akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengoordinasikan pelaku usaha berorientasi ekspor melalui pertemuan bisnis (business matching) dengan calon pembeli luar negeri.

Mendag Budi Santoso menjelaskan bahwa program ini rutin mengadakan business matching setiap hari. “Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mempresentasikan produknya dan kami bantu mencarikan buyer (pembeli),” kata Budi didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat acara pelepasan tersebut.

Capaian Signifikan dan Perluasan Pasar Nasional

Hingga saat ini, program “UMKM Bisa Ekspor” telah mencatat sekitar 1.200 UMKM yang berhasil melakukan transaksi ekspor, dengan total nilai mencapai 134,8 juta dollar AS. Data menunjukkan hampir 70 persen UMKM yang mengikuti business matching sebelumnya belum pernah menembus pasar ekspor.

Budi Santoso menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga perputaran ekonomi nasional sekaligus memperluas pasar produk dalam negeri. Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk aktif mendukung pelaksanaan program ini agar pelaku UMKM mampu bertahan di pasar domestik dan bersaing di pasar global.

Dukungan Pemprov Sumut dan Hilirisasi Pertanian

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyambut baik pelepasan ekspor ini, menilai sebagai penanda kuat daya saing produk pertanian daerah. “Ini mungkin satu pengiriman, tetapi menjadi pesan kuat bahwa produk pertanian rakyat Sumut mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Surya.

Advertisement

Surya menekankan pentingnya menjaga kualitas, kontinuitas produksi, standar mutu, dan kepercayaan mitra dagang bagi pelaku usaha. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen terus mendorong hilirisasi sektor pertanian, agar nilai tambah tidak hanya berhenti pada komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Kinerja Ekspor Sumatera Utara Terus Meningkat

Kinerja ekspor Sumatera Utara pada tahun 2025 tercatat mencapai 12,3 miliar dollar AS, menunjukkan peningkatan sekitar 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Surya menyebut capaian ini mencerminkan kerja keras petani dan pelaku usaha, serta dukungan kebijakan yang turut memperkuat daya saing daerah.

Pemerintah provinsi akan terus mendorong ekspor komoditas unggulan secara berkelanjutan. Penguatan hilirisasi pertanian dan agroindustri dilakukan bersamaan dengan pengembangan sentra industri kecil dan konveksi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

Informasi lengkap mengenai program “UMKM Bisa Ekspor” dan data kinerja ekspor disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Advertisement