Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengajak konstituennya di Probolinggo, Jawa Timur, untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini diyakini akan menggerakkan perekonomian desa dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Misbakhun dalam kegiatan serap aspirasi di tiga lokasi di Kabupaten Probolinggo, yakni Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Gending, dan Kecamatan Leces pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari masa reses DPR yang berlangsung dari 20 Februari hingga 9 Maret 2026.
Misbakhun Jelaskan Peran Koperasi Desa Merah Putih
Dalam pertemuan tersebut, Misbakhun menjelaskan peran KDMP sebagai instrumen penggerak ekonomi desa. “Koperasi Desa Merah Putih ini kita harapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, perekonomian nasional saat ini berada dalam tekanan dinamika global dan geopolitik internasional. Untuk meredam gejolak tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo berupaya membangun stabilitas ekonomi nasional, termasuk dengan memperkuat ekonomi di tingkat desa melalui program yang juga dikenal dengan sebutan Kopdes Merah Putih.
Program KDMP melibatkan sejumlah bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara. Ketiga bank tersebut memiliki jaringan hingga ke perdesaan.
“Jadi, kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk UMKM bisa berputar di desa sendiri. Kalau ekonomi desa bergerak, pertumbuhan nasional ikut terdorong,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis untuk Kualitas Generasi
Selain KDMP, Misbakhun juga menjelaskan program MBG yang menyasar anak-anak sekolah, santri, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program tersebut merupakan bagian dari upaya negara memastikan generasi masa depan Indonesia memiliki kualitas gizi yang baik.
“Generasi masa depan Indonesia harus dibekali dengan gizi yang cukup agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga maupun negara maju. Kita tidak boleh kalah dalam menyiapkan kualitas generasi penerus bangsa,” ujar Misbakhun.
Ia menjelaskan alokasi anggaran untuk MBG pada 2026 mencapai sekitar Rp 350 triliun. Anggaran tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk membentuk generasi masa depan.
Bantah Gerus Anggaran Pendidikan, Misbakhun Ajak Kritik Konstruktif
Misbakhun menambahkan, program MBG telah dirancang melalui berbagai pertimbangan. Ia menilai jika masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, hal tersebut wajar mengingat program tersebut masih baru.
“Yang penting, tujuan mulianya jangan dirusak. Kritik boleh, tetapi harus konstruktif,” katanya.
Misbakhun juga menepis anggapan program MBG telah menggerus anggaran pendidikan. Menurutnya, negara tetap memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia.
“Baik dari keluarga sederhana maupun dari latar belakang apa pun, semuanya memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan dan mengabdi kepada bangsa sesuai kemampuan dan ketulusannya,” ujarnya.
Informasi mengenai ajakan dukungan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis ini disampaikan melalui keterangan tertulis Mukhamad Misbakhun pada Senin, 2 Maret 2026.
