Finansial

Permata Bank Catat Laba Rp 3,6 Triliun di 2025, Pendapatan Nonbunga Melonjak Hingga 34 Persen

Advertisement

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 3,6 triliun sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang stabil serta lonjakan signifikan pada pendapatan nonbunga di tengah dinamika industri perbankan nasional.

Pertumbuhan Pendapatan dan Kinerja Operasional

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa kinerja perusahaan mencerminkan fundamental yang resilien. Sepanjang 2025, total pendapatan bank tumbuh 3,8 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 12,6 triliun.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pendapatan nonbunga yang melonjak 34,1 persen YoY menjadi Rp 2,6 triliun. Sementara itu, laba bersih sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) tercatat tumbuh sebesar 4,7 persen.

Kondisi Likuiditas dan Pertumbuhan Aset

Permata Bank menjaga struktur neraca dan likuiditas pada level yang sehat dengan rasio loan to deposit (LDR) sebesar 84,5 persen pada akhir 2025. Total aset bank juga mengalami peningkatan sebesar 3,6 persen YoY menjadi Rp 268,3 triliun.

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen YoY menjadi Rp 192,8 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 20,1 persen, sehingga rasio CASA naik menjadi 63,9 persen.

Penyaluran Kredit dan Kualitas Aset

Penyaluran kredit Permata Bank meningkat 5,5 persen YoY menjadi Rp 163,3 triliun per Desember 2025. Segmen korporasi menjadi kontributor utama dengan kenaikan 11,2 persen YoY mencapai Rp 99,6 triliun.

Advertisement

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross di level 2,1 persen. Selain itu, rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,5 persen.

Permodalan dan Pembiayaan Berkelanjutan

Dari sisi permodalan, rasio capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 34,6 persen pada akhir 2025. Manajemen menyatakan struktur modal yang kuat menjadi fondasi untuk pertumbuhan bisnis ke depan, baik secara organik maupun anorganik.

Di sisi pembiayaan berkelanjutan, portofolio bank tumbuh 33,3 persen menjadi Rp 30,1 triliun. Dana tersebut mencakup dukungan terhadap proyek energi terbarukan dan properti bersertifikat hijau, yang setara dengan 18,4 persen dari total pembiayaan.

Kinerja Unit Usaha Syariah dan Penghargaan

Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank menunjukkan tren positif dengan laba operasional sebelum provisi mencapai Rp 785,3 miliar. Selain kinerja keuangan, pada tahun 2025 bank ini juga meraih sejumlah pengakuan bergengsi, antara lain:

  • Sertifikasi Great Place To Work®
  • The Excellent Performance Bank 2025
  • Fortune Indonesia 100

Informasi lengkap mengenai kinerja keuangan ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Bank Permata Tbk yang dirilis pada 12 Februari 2026.

Advertisement