Finansial

Pertamina Perketat Pengawasan dan Diversifikasi Sumber Pasokan Energi Hadapi Konflik Timur Tengah

Advertisement

PT Pertamina (Persero) mengambil langkah strategis untuk memperkuat mitigasi dan menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Hal ini dilakukan menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa tiga unit bisnis strategis Pertamina bersinggungan langsung dengan dinamika di kawasan tersebut. Ketiga unit tersebut adalah PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive yang bergerak dalam aktivitas pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang mengoperasikan hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di kawasan Timur Tengah.

Pertamina Siaga Penuh di Tengah Gejolak Geopolitik

Muhammad Baron menegaskan bahwa seluruh pekerja, operasional, dan armada Pertamina yang berada di area Timur Tengah termonitor secara intensif. Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, dan otoritas setempat.

“Guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Baron dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026). Ia menambahkan, Pertamina terus memantau perkembangan dinamika energi global dan telah melakukan mitigasi untuk memastikan kelancaran rantai pasok global serta ketahanan energi nasional tetap terjaga.

Strategi Diversifikasi dan Optimalisasi Pasokan Energi

Baron menjelaskan bahwa Pertamina memiliki portofolio sumber pasokan minyak mentah, produk BBM, dan LPG yang terdiversifikasi. Sumber pasokan ini berasal baik dari produksi dalam negeri maupun dari berbagai negara mitra.

“Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah dinamika geopolitik,” kata Baron. Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman, memadai, dan terkendali.

Advertisement

“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Baron.

Eskalasi Konflik Timur Tengah dan Dampaknya

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran pada Minggu (1/3/2026). Serangan ini kemudian dibalas Iran dengan rentetan serangan rudal. Eskalasi tersebut terjadi sehari setelah laporan mengenai meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu ketidakpastian lebih dalam terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sedikitnya tiga kapal tanker dilaporkan mengalami kerusakan di lepas pantai Teluk pada Minggu (1/3/2026), menurut sumber dan pejabat perkapalan yang dikutip dari Reuters pada Senin (2/3/2026). Seorang awak kapal juga dilaporkan meninggal akibat dampak serangan balasan Iran terhadap aksi militer AS dan Israel, yang membuat kapal-kapal komersial terpapar risiko kerusakan tambahan.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Pertamina (Persero) yang dirilis pada Senin, 2 Maret 2026.

Advertisement