Finansial

Proyeksi Harga Emas Pekan Ini: Ibrahim Assuaibi Ungkap Potensi Bertahan di Rp 3 Juta per Gram

Advertisement

Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diproyeksikan akan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini, namun tetap berpeluang untuk bertahan di kisaran level Rp 3 juta per gram. Prediksi ini disampaikan oleh pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, pada Senin (23/2/2026), yang menyoroti pengaruh signifikan dari pergerakan harga emas dunia.

Proyeksi Harga Emas Domestik Pekan Ini

Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan harga emas domestik tidak terlepas dari dinamika harga emas global. Pada penutupan perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia tercatat di level 5.042 dollar AS per troy ons.

Skenario Kenaikan

Jika terjadi kenaikan pada pekan ini, Ibrahim memperkirakan level resisten pertama emas dunia berada di 5.134 dollar AS per troy ons, yang berpotensi mendorong harga logam mulia domestik mencapai Rp 3 juta per gram. Lebih lanjut, apabila emas dunia kembali menguat, resisten kedua diproyeksikan di 5.245 dollar AS, dengan potensi harga logam mulia menyentuh Rp 3.150.000 per gram.

Skenario Penurunan

Namun, Ibrahim juga mengingatkan adanya peluang harga emas melemah. Dalam skenario penurunan, emas dunia berpotensi menuju level support pertama di 4.947 dollar AS per troy ons, yang akan menyebabkan harga logam mulia turun ke kisaran Rp 2.920.000 per gram. Jika tekanan berlanjut, support kedua berada di 4.818 dollar AS per troy ons, dengan proyeksi harga logam mulia melemah hingga sekitar Rp 2.860.000 per gram.

Faktor-faktor Penentu Pergerakan Harga Emas

Pergerakan harga emas yang fluktuatif pekan ini, menurut Ibrahim, dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama. Faktor-faktor tersebut meliputi ketegangan geopolitik global, dinamika politik di Amerika Serikat (AS), kebijakan bank sentral AS, serta kondisi permintaan dan pasokan global.

Ketegangan Geopolitik Global

Dari sisi geopolitik, Ibrahim menyoroti peningkatan tensi di Timur Tengah, menyusul dinamika hubungan antara AS, Israel, dan Iran. Ketegangan ini dinilai berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Ibrahim menjelaskan, “Pada saat (Presiden AS) Trump melakukan pertemuan dengan Israel, dan mereka sepakat untuk melakukan penyerangan terhadap Iran di Timur Tengah, ini kemungkinan besar akan membuat ketegangan tersendiri terhadap kondisi perpolitikan di Timur Tengah, dan ini akan berdampak positif terhadap peningkatan harga emas”.

Advertisement

Dinamika Politik Amerika Serikat

Di sisi lain, dinamika politik di AS turut menjadi perhatian pasar, terutama setelah Presiden Trump menunjuk Kevin Walsh sebagai calon Ketua bank sentral AS atau Federal Reserve. Meskipun data tenaga kerja AS terbaru tergolong solid, pasar disebut masih cenderung apatis terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Kebijakan Bank Sentral AS

Data inflasi inti AS pada Januari 2026 juga tercatat naik 2,4 persen secara tahunan, lebih rendah dari konsensus 2,5 persen dan melambat dibandingkan Desember 2025. Ibrahim menilai, “Indikasi ini artinya akan membuat Bank Sentral AS kembali akan menurunkan suku bunga, dan ini akan berdampak positif terhadap harga emas dunia dan logam mulia”.

Permintaan dan Pasokan Global

Dari sisi permintaan, bank sentral Tiongkok dilaporkan terus meningkatkan pembelian emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa, guna mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS. Peningkatan cadangan emas ini dinilai menjadi penopang harga dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, Ibrahim mengingatkan adanya indikasi spekulatif di balik lonjakan pembelian tersebut, yang berpotensi memicu volatilitas jika sentimen pasar berubah. Ia menegaskan, “Tetapi harus diingat, bahwa ada kemungkinan besar kenaikan harga emas akibat Bank Sentral Tiongkok terus melakukan pembelian ini, ada indikasi terjadi spekulatif. Sehingga ada ketakutan bahwa rumor tentang spekulatif ini akan mempengaruhi kenaikan harga emas dunia”.

Secara keseluruhan, Ibrahim menilai tren permintaan emas global masih kuat dan tidak menutup kemungkinan harga emas dunia bergerak menuju 6.500 dollar AS per troy ons hingga akhir tahun. Proyeksi ini dengan catatan ketegangan geopolitik dan pelonggaran kebijakan moneter terus berlanjut.

Informasi lengkap mengenai proyeksi harga emas ini disampaikan melalui keterangan resmi pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, pada Senin, 23 Februari 2026.

Advertisement