PT KAI menyelenggarakan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di Stasiun Dukuh Atas guna menjamin keamanan pengguna LRT Jabodebek pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini melibatkan petugas operasional dan komunitas Railfans untuk mengedukasi penumpang mengenai pentingnya menjaga ruang publik secara kolektif.
Komitmen Keamanan dan Kampanye Edukasi
Dalam aksi tersebut, petugas bersama komunitas Railfans membagikan materi edukasi dan mengajak penumpang menandatangani papan komitmen anti-pelecehan. Langkah ini merupakan simbol partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan transportasi yang aman dan inklusif bagi semua kalangan.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan bahwa sosialisasi ini adalah langkah preventif untuk membangun kesadaran publik. “Transportasi publik adalah ruang bersama. Kami ingin memastikan setiap pengguna merasa aman dan nyaman. Sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran bahwa pelecehan dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.
Fasilitas Kereta Khusus Wanita dan Sanksi Tegas
Sebagai bentuk perlindungan tambahan, LRT Jabodebek menyediakan kereta khusus wanita yang diposisikan pada bagian belakang rangkaian (trainset). Fasilitas ini ditujukan untuk memberikan ruang yang lebih nyaman bagi penumpang perempuan, terutama saat jam sibuk dengan tingkat kepadatan tinggi.
Selain edukasi, KAI menerapkan tindakan tegas bagi pelaku pelecehan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) dan dilakukan pemblokiran Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar tidak dapat lagi mengakses layanan kereta api.
Prosedur Pelaporan bagi Penumpang
Radhitya mengimbau penumpang yang mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan untuk segera melapor kepada petugas di stasiun maupun di dalam kereta. Laporan juga dapat disampaikan melalui saluran resmi berikut:
- Contact Center KAI 121
- Media sosial resmi KAI dan LRT Jabodebek
- Petugas keamanan yang berdinas di area stasiun
Pihak manajemen berharap melalui penguatan pengawasan CCTV dan kehadiran petugas yang responsif, ruang transportasi publik tetap terjaga kualitas keamanannya. Informasi lengkap mengenai langkah pencegahan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Manager of Public Relations LRT Jabodebek pada 13 Februari 2026.
