Industri robotika China kembali menunjukkan kemajuan signifikan melalui penampilan robot humanoid yang mampu melakukan gerakan kompleks seperti kungfu, tari pedang, hingga salto. Aksi impresif ini dipamerkan dalam acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program televisi yang paling banyak ditonton di China saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Kolaborasi Empat Perusahaan Robotik Terkemuka
Robot-robot yang tampil di atas panggung merupakan hasil pengembangan dari empat perusahaan teknologi asal China, yakni Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab. Dalam pertunjukan tersebut, lebih dari selusin robot buatan Unitree memperagakan rangkaian jurus bela diri secara natural dan luwes bersama aktor manusia.
Para robot ini melakukan adegan pertarungan, posisi kuda-kuda, hingga ayunan tongkat dan nunchaku. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah kemampuan beberapa robot untuk melakukan salto berulang kali dengan stabil serta bangkit kembali dengan cepat setelah terjatuh, yang menandakan peningkatan signifikan pada sistem keseimbangan mereka.
Peningkatan Fleksibilitas dan Motorik Halus
Selain aksi bela diri, robot-robot humanoid ini juga menunjukkan kemampuan motorik halus yang lebih maju. Berdasarkan rekaman video, robot tersebut mampu menggenggam pedang dengan kuat dan mengayunkannya dalam gerakan yang menyerupai tari pedang tradisional. Gerakan tangan mereka terlihat semakin menyerupai manusia karena mampu bergerak ke berbagai arah secara alami.
Dalam segmen lain, empat robot dari Noetix tampil berdampingan dengan aktor dalam sketsa komedi, sementara robot MagicLab membawakan tarian sinkron saat lagu We Are Made in China dikumandangkan. Hal ini mematahkan stigma bahwa gerakan robot humanoid selalu kaku dan terbatas pada aktivitas statis.
Orientasi Industri dan Dominasi Pasar Global
Meski tampil menghibur di panggung gala, pengembangan robot humanoid ini sejatinya diarahkan untuk kebutuhan sektor industri dan manufaktur. Kemampuan kontrol gerak yang luwes dan koordinasi antar-robot menjadi fondasi penting untuk aplikasi nyata di pabrik serta pusat logistik.
Saat ini, penerapan di dunia nyata mulai berjalan melalui berbagai proyek percontohan. Galbot telah memiliki kontrak untuk mengoperasikan robotnya di pabrik baterai CATL, sementara UBTech memenangkan kontrak pemerintah untuk pengerahan robot di sektor logistik perbatasan. Berikut adalah data pengiriman robot humanoid global berdasarkan riset Omdia:
| Wilayah | Persentase Pengiriman | Total Global (Unit) |
|---|---|---|
| China | 90% | 13.000 |
| Lainnya (Termasuk AS) | 10% | 13.000 |
Dominasi China ini jauh melampaui pesaing dari Amerika Serikat, termasuk proyek Optimus milik Tesla. Analis teknologi menilai pencapaian ini sebagai simbol kekuatan baru China dalam memadukan kecerdasan buatan dengan rantai pasok perangkat keras yang masif. Informasi mengenai perkembangan teknologi robotika ini dihimpun dari laporan resmi perusahaan terkait serta liputan media internasional seperti Reuters dan NBC News.
