Pengadilan Regional Munich I resmi menjatuhkan larangan penjualan bagi vendor laptop asal Taiwan, Acer dan Asus, di wilayah Jerman. Keputusan hukum ini diambil setelah kedua perusahaan terbukti melanggar paten standar yang terkait dengan codec video H.265/HEVC milik Nokia.
Duduk Perkara Pelanggaran Paten
Standar teknologi HEVC yang menjadi inti sengketa merupakan komponen krusial untuk mengompresi video resolusi tinggi, termasuk format 4K dan 8K. Teknologi ini terintegrasi langsung ke dalam prosesor dan sistem grafis modern yang digunakan pada perangkat laptop maupun desktop.
Gugatan ini awalnya diajukan oleh Nokia pada tahun 2025 terhadap tiga perusahaan, yakni Acer, Asus, dan Hisense. Berbeda dengan Hisense yang memilih melakukan perjanjian lisensi sehingga tuntutannya dicabut, Acer dan Asus belum menempuh langkah serupa hingga putusan pengadilan keluar.
Dampak Operasional di Jerman
Lembaga hukum Jerman menyatakan bahwa kedua vendor tersebut melanggar paten karena menggunakan dukungan HEVC tanpa memperoleh lisensi dengan skema fair, reasonable, and non-discriminatory (FRAND). Akibatnya, pengadilan mengabulkan permintaan Nokia untuk memberikan perintah pemblokiran sementara.
Berikut adalah poin-poin utama dampak dari keputusan pengadilan tersebut:
- Larangan mengimpor, menjual, atau mendistribusikan perangkat yang melanggar paten di wilayah Jerman.
- Asus membatasi sebagian situs web resminya di Jerman dengan mengubah status produk menjadi tidak tersedia.
- Acer menghapus katalog PC dari toko daring resminya dan hanya menyisakan perangkat periferal seperti monitor.
Status Penjualan Pihak Ketiga dan Layanan Purnajual
Meskipun terdapat larangan distribusi langsung, perintah pengadilan ini tidak berdampak pada ritel pihak ketiga seperti Amazon atau MediaMarkt. Peritel yang masih memiliki stok perangkat Acer dan Asus tetap diizinkan menjual produk tersebut hingga persediaan habis.
Kedua perusahaan juga memastikan bahwa layanan purnajual bagi konsumen tetap berjalan normal. Hal ini mencakup dukungan garansi, perbaikan perangkat, hingga layanan pelanggan di seluruh wilayah Jerman meskipun aktivitas penjualan unit baru sedang dihentikan.
Informasi mengenai perkembangan sengketa lisensi dan kebijakan operasional ini merujuk pada putusan Pengadilan Regional Munich I serta laporan resmi perusahaan yang dirilis pada Februari 2026.
