Teknologi

Terungkap! Militer AS Manfaatkan AI Claude Anthropic untuk Serang Iran di Tengah Kontroversi Pelarangan

Advertisement

Militer Amerika Serikat diketahui memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) Claude buatan Anthropic dalam operasi gabungan dengan Israel untuk menyerang Iran. Penggunaan AI ini terungkap di tengah polemik pelarangan Anthropic oleh Presiden AS Donald Trump, yang justru memberikan masa transisi enam bulan.

Tugas AI Claude di Medan Perang

Meskipun dikerahkan dalam operasi militer berskala besar, AI Anthropic Claude dipastikan tidak digunakan secara langsung sebagai pengambil keputusan mematikan. Model bahasa besar (LLM) ini tidak dipakai untuk menerbangkan drone atau menentukan target pengeboman secara otonom, melainkan difokuskan pada pekerjaan analisis data di belakang layar (back-end).

Beberapa tugas krusial yang ditangani Claude meliputi membedah data intelijen, menerjemahkan komunikasi musuh yang disadap secara instan, serta mengoptimalkan rantai pasok logistik militer. Kemampuan analitis Claude dalam menyortir dan memproses data mentah dalam jumlah masif dinilai tak ternilai harganya bagi personel militer di tengah pertempuran.

Pelarangan Anthropic dan Sikap Tegas CEO

Penggunaan Claude di medan perang ini menjadi ironi tersendiri, mengingat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth belum lama ini melabeli Anthropic sebagai “risiko keamanan nasional”. Presiden AS Donald Trump sendiri telah mengeluarkan perintah larangan terhadap Anthropic AI, namun instruksi tersebut memberikan aturan masa transisi selama enam bulan untuk memensiunkan sistem secara bertahap.

Celah masa tenggang inilah yang kini dimanfaatkan penuh oleh Komando Pusat AS (US Central Command) untuk terus memakai Claude, karena Pentagon dikabarkan masih kesulitan mencari AI pengganti yang setara, seperti dikutip dari WSJ. Kemarahan pemerintah AS terhadap Anthropic bermula dari sikap sang CEO, Dario Amodei, yang secara tegas menolak memberikan akses model AI Claude kepada pemerintah AS jika digunakan untuk sistem senjata otonom dan program pengawasan massal.

Advertisement

Kontras dengan OpenAI dan Dampak Pasar AI

Berbeda dengan Anthropic, OpenAI sebagai pesaing utamanya justru mengambil langkah yang berlawanan. CEO OpenAI, Sam Altman, menuai banyak kritik setelah mengumumkan kesepakatan perusahaannya dengan Departemen Perang AS untuk menggelar model AI ChatGPT di jaringan rahasia pemerintah.

Kesepakatan OpenAI dengan Pentagon tersebut langsung memicu gelombang protes bertajuk kampanye “Cancel ChatGPT” di media sosial seperti X dan Reddit. Publik khawatir teknologi OpenAI akan menjadi alat pengawasan massal masif di bawah undang-undang pasca-insiden 9/11.

Polemik ini pada akhirnya membawa pergeseran tren di industri AI. Laporan Business Insider mencatat bahwa keteguhan prinsip Anthropic yang menolak tunduk pada tuntutan militer AS justru menuai simpati besar dari publik. Banyak pengguna yang ramai-ramai membatalkan langganan ChatGPT mereka dan beralih menggunakan Claude, yang imbasnya membuat aplikasi Claude sukses meroket menduduki posisi nomor satu di daftar aplikasi gratis terpopuler Apple App Store pada akhir pekan lalu.

Informasi lengkap mengenai penggunaan AI dalam operasi militer ini disampaikan melalui laporan investigasi yang dihimpun dari berbagai sumber media terkemuka.

Advertisement