Finansial

SUN Energy Hadirkan Solusi Energi Terintegrasi Guna Perkuat Daya Saing Kawasan Industri Hijau

Advertisement

SUN Energy secara resmi memperkenalkan pendekatan Energy-as-a-Solution untuk mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia. Langkah ini merupakan rangkaian solusi keberlanjutan terintegrasi yang dirancang khusus guna membantu pengelola kawasan industri dan para penyewa (tenant) dalam menurunkan emisi karbon serta meningkatkan efisiensi energi sesuai standar ESG global.

Ekosistem Energi Terintegrasi untuk Kawasan Industri

CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menjelaskan bahwa melalui pendekatan ini, perusahaan tidak lagi hanya sekadar menyediakan perangkat energi surya. SUN Energy kini menghadirkan ekosistem solusi energi yang lebih luas dan komprehensif bagi sektor industri.

  • Pemasangan PLTS Atap (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
  • Sistem manajemen dan penyimpanan energi (energy storage).
  • Elektrifikasi kendaraan operasional di lingkungan industri.

“Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan kawasan industri membangun fondasi green industrial park secara komprehensif dan berkesinambungan,” ujar Jefferson dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu (14/2/2026).

Implementasi Strategis di Berbagai Kawasan Industri

Hingga saat ini, SUN Energy telah mengimplementasikan sistem PLTS di tiga kawasan industri strategis nasional, yakni Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka. Puluhan megawatt kapasitas sistem energi surya tercatat telah terpasang di lebih dari 20 lokasi proyek.

Jefferson menekankan bahwa kawasan industri memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas manufaktur dengan konsumsi energi skala besar. Oleh karena itu, transformasi menuju energi bersih menjadi kunci dalam menjaga daya saing jangka panjang di pasar global sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional menuju Net Zero Emissions 2060.

Advertisement

“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” imbuh Jefferson.

Potensi Kawasan Rendah Karbon di Indonesia

Berdasarkan laporan dari Center for Global Sustainability, tercatat sebanyak 21 kawasan industri di Indonesia telah menggunakan atau merencanakan penggunaan PLTS sebagai bagian dari strategi energi bersih mereka. Salah satu implementasi yang menonjol berada di Kawasan Industri Jababeka.

Di wilayah tersebut, SUN Energy mengembangkan PLTS dengan kapasitas total mencapai 1,8 MW untuk berbagai penyewa dari lintas sektor, mulai dari industri material bangunan, komponen otomotif, farmasi, hingga laboratorium inspeksi. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi area percontohan bagi model kawasan rendah karbon di masa depan.

Informasi lengkap mengenai inisiatif pengembangan energi hijau ini disampaikan melalui pernyataan resmi SUN Energy yang dirilis pada 14 Februari 2026.

Advertisement