Adhyaksa FC, klub yang promosi ke Super League musim depan, berencana memindahkan markas dari Banten International Stadium ke Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Presiden Adhyaksa FC Eko Setyawan menyebut rencana itu merupakan tindak lanjut pembicaraan yang sudah berlangsung sejak dua tahun lalu dengan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.
Eko mengatakan dirinya telah menyambangi Stadion Tuah Pahoe untuk meninjau lokasi yang diproyeksikan menjadi kandang baru Adhyaksa FC. Langkah ini dilakukan di tengah persiapan klub menatap kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim depan.
Rencana pindah markas ke Palangka Raya
Sebelumnya, Adhyaksa FC bermarkas di Banten International Stadium. Kini, Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya direncanakan menjadi home base baru klub tersebut.
“Kami datang ke Palangka Raya untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur (Agustiar Sabran) terkait kerja sama pembangunan sepakbola di Kalimantan Tengah,” kata Eko dalam keterangan pers yang diterima detikSport.
Alasan kerja sama sepak bola di Kalimantan Tengah
Menurut Eko, pembicaraan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkaitan dengan potensi pengembangan sepak bola daerah. Ia menyebut wilayah itu memiliki talenta muda yang bisa dikembangkan ke level profesional.
“Saat itu beliau menyampaikan bahwa daerah ini memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi pemain profesional bahkan memperkuat Timnas Indonesia,” sambungnya.
Adhyaksa FC soroti fondasi profesional klub
Eko menilai Adhyaksa FC dibangun dengan fondasi manajemen yang kuat. Ia menegaskan perjalanan klub dari kompetisi amatir hingga promosi ke kasta tertinggi berlangsung dalam waktu empat tahun.
“Kami datang dengan manajemen yang profesional. Adhyaksa FC lahir dari kompetisi amatir dan berhasil menembus kasta tertinggi sepakbola Indonesia dalam waktu empat tahun. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1,” Eko menjelaskan.
Harapan dukungan dari berbagai pihak
Eko berharap rencana pemindahan markas ini mendapat dukungan luas di Kalimantan Tengah. Ia menyebut dukungan dibutuhkan dari pemerintah daerah, pelaku sepak bola, kelompok suporter, hingga masyarakat umum.
“Kami berharap perjuangan membangun sepak bola Kalimantan Tengah bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepakbola daerah,” Eko mengungkapkan.
Ia juga menekankan peran sepak bola sebagai ruang publik yang bisa dinikmati semua kalangan. “Saya berharap sepak bola bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, menjadi sarana wisata olahraga, dan tempat bersilaturahmi bersama teman maupun rekan kerja di stadion. Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat,” tutupnya.
