Hiburan

Alex Honnold Taklukkan Taipei 101 Tanpa Pengaman, Netflix Rilis Daftar Dokumenter Ekstrem Lainnya

Pendaki ekstrem asal Amerika Serikat, Alex Honnold, kembali mencetak sejarah dengan memanjat gedung pencakar langit Taipei 101 tanpa alat pengaman atau free solo. Aksi menantang maut ini disiarkan langsung oleh Netflix melalui dokumenter Skyscraper Live pada Minggu, 25 Januari 2026.

Honnold berhasil menaklukkan gedung setinggi 508 meter yang terbuat dari baja, kaca, dan beton tersebut dalam waktu 1 jam 31 menit. Setelah mencapai puncak, ia hanya merayakannya dengan satu kata, “Keren,” sembari mengambil swafoto legendaris.

Dokumenter Olahraga Ekstrem Pilihan Netflix

Bagi penonton yang menyukai tayangan olahraga ekstrem yang memacu adrenalin seperti aksi Alex Honnold, Netflix menawarkan sejumlah dokumenter serupa yang tak kalah mendebarkan. Berikut adalah daftarnya:

Race to the Summit (2023)

Dokumenter ini mengikuti persaingan sengit antara dua pendaki ekstrem, Ueli Steck dan Dani Arnold, dalam memecahkan rekor speed climbing di jalur-jalur paling berbahaya Pegunungan Alpen, termasuk Eiger North Face yang dijuluki “death face”. Bagi Steck dan Arnold, tantangannya adalah memanjat secepat mungkin tanpa tali pengaman di dinding utara Alpen yang terkenal ekstrem.

Film ini menyoroti momen ketika dominasi Steck sebagai “pendaki tercepat di dunia” mulai digoyang oleh Arnold sejak tahun 2011. Keduanya terlibat dalam perlombaan senyap namun intens, berpindah dari satu gunung ke gunung lain di Swiss dan Prancis, demi mencatat waktu tercepat dalam olahraga berisiko fatal ini. Dokumenter berdurasi 1 jam 30 menit ini juga menghadirkan perspektif tambahan dari Alex Honnold.

14 Peaks: Nothing Is Impossible (2021)

14 Peaks: Nothing Is Impossible mengisahkan ambisi luar biasa pendaki asal Nepal, Nirmal Purja, yang bertekad menaklukkan seluruh 14 gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam satu musim pendakian. Proyek yang ia sebut sebagai Project Possible ini direkam oleh sutradara Torquil Jones.

Dalam misi ini, Purja menargetkan untuk menaklukkan puncak Annapurna, Dhaulagiri, Kangchenjunga, Everest, Lhotse, Makalu, Nanga Parbat, Gasherbrum I, Gasherbrum II, K2, Broad Peak, Cho Oyu, Manaslu, dan Shishapangma dalam waktu tujuh bulan. Target ini terasa ambisius mengingat pendaki legendaris Reinhold Messner membutuhkan 16 tahun, sementara rekor tercepat hingga 2019 masih memakan waktu tujuh tahun. Dokumenter berdurasi 1 jam 41 menit ini juga mengangkat misi personal dan kultural Purja untuk mengangkat nama pendaki Nepal.

The Deepest Breath (2023)

Ekstrem tidak selalu soal ketinggian. Film berdurasi 1 jam 50 menit ini membawa penonton ke dunia freediving atau selam bebas, mengikuti freediver asal Italia Alessia Zecchini. Ia menantang dirinya menyelam ke Blue Hole di Dahab, Mesir, lokasi yang dikenal paling berbahaya bagi penyelam bebas dan dijuluki sebagai “kuburan para penyelam”. Disutradarai oleh Laura McGann, dokumenter ini disusun layaknya film thriller dengan ketegangan yang dibangun perlahan.

Hold Your Breath: The Ice Dive (2022)

Dokumenter berdurasi 40 menit ini mengikuti Johanna Nordblad, atlet ice swimming asal Finlandia, yang mencoba memecahkan rekor dunia berenang terjauh di bawah es tanpa alat bantu pernapasan. Perjalanan Johanna menuju dunia ice diving bermula dari cedera serius yang mengakhiri aktivitas olahraga ekstremnya di darat. Rasa nyeri kronis akibat kerusakan saraf membawanya pada terapi air dingin, yang justru membuka jalan ke pengalaman menyelam di perairan beku.

Di bawah es dan suhu air sekitar dua derajat Celsius, Johanna menemukan ruang sunyi yang memberinya rasa damai. Namun, setiap penyelaman menyimpan risiko seperti kejang otot hingga henti jantung jika tubuh dan pikiran tidak benar-benar rileks. Menjelang upaya pemecahan rekor, tantangan muncul mulai dari infeksi paru, cuaca tidak menentu, hingga pandemi Covid-19 yang memaksanya menunda ambisi selama setahun penuh.

Skywalkers: A Love Story (2024)

Skywalkers: A Love Story mengisahkan pasangan influencer asal Rusia, Angela Nikolau dan Ivan Beerkus, yang mempertaruhkan nyawa demi foto dan video ekstrem di puncak gedung pencakar langit. Keduanya dikenal sebagai “skywalkers”, sebutan yang mereka pilih untuk menggambarkan aksi ilegal memanjat gedung supertinggi tanpa pengaman, lalu berpose di ketinggian demi konten media sosial dan sponsor.

Dokumenter ini dibuka dengan aksi nekat mereka menyusup ke Merdeka 118 di Kuala Lumpur, Malaysia, salah satu gedung tertinggi di dunia yang saat itu masih dalam tahap konstruksi. Di balik visual spektakuler dan aksi memacu adrenalin, film berdurasi 1 jam 40 menit ini juga menyoroti dinamika hubungan keduanya, mulai dari kolaborasi, cinta, konflik, hingga tekanan ekonomi dan politik yang datang silih berganti.

Informasi lengkap mengenai dokumenter ini dihimpun dari berbagai sumber, termasuk pernyataan resmi Netflix dan ulasan media.