Olahraga

Alwi Farhan Juara Australian Open 2026, Bangkit usai Piala Thomas

Alwi Farhan meraih gelar juara Australian Open 2026 setelah mengalahkan wakil China, Dong Tian Yao, pada partai final di Sydney, Minggu (14/6/2026). Pebulutangkis tunggal putra Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-13.

Gelar ini menjadi momen penting bagi Alwi setelah ia mengaku sempat terpukul dalam beberapa bulan terakhir akibat kekecewaan di ajang Piala Thomas. Kemenangan di Australia sekaligus menandai kebangkitannya di level turnamen internasional.

Bangkit dari kekecewaan Piala Thomas

Usai pertandingan, Alwi mengatakan gelar Australian Open 2026 terasa sangat spesial. Ia menyebut fase setelah Piala Thomas menjadi periode yang berat, tetapi tetap berusaha bangkit dengan dukungan banyak pihak.

“Rasanya sangat-sangat amat senang dan bahagia karena beberapa bulan kemarin saya memang sangat amat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas. Tapi alhamdulillah saya terima kasih buat semua yang sudah mengkritik, sudah mendukung dan tetap mendukung dan mendoakan,” kata Alwi seusai pertandingan, via PP PBSI.

Pebulutangkis berusia 21 tahun itu menegaskan proses untuk kembali ke performa terbaik tidak berjalan mudah. Meski menghadapi banyak rintangan, ia memastikan tidak akan menyerah.

“Memang ini perjalanan yang harus saya temukan, nggak mudah dan cukup banyak rintangannya tapi saya pastikan diri saya tidak akan pernah menyerah dan akan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik bagi setiap orang,” ujarnya.

Tampil dominan di final

Alwi tampil dominan saat menghadapi Dong Tian Yao pada laga puncak. Ia mengaku mempelajari permainan lawannya dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, termasuk saat Dong berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting dan Moh. Zaki Ubaidillah.

“Hari ini lawan Dong, saya belajar dari pertemuan dia lawan A Ginting dan Ubed juga, antisipasi untuk tidak kecolongan dari sisi serangannya. Dia punya postur yang tinggi jadi bola atasnya tajam.”

Pada gim pertama, Alwi mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Setelah sempat mendapat perlawanan ketat pada awal gim kedua, ia kembali menemukan pola permainan yang efektif.

“Di gim pertama saya bisa pegang kontrol permainan, sempat ketat di gim kedua awal tapi saya bisa balik ke pola gim pertama,” lanjut Alwi.

Gelar Super 500 kedua

Kesuksesan di Sydney menjadi gelar Super 500 kedua bagi Alwi Farhan. Meski menambah capaian penting dalam kariernya, ia menegaskan tidak ingin cepat puas karena masih memiliki target berikutnya.

“Saya bersyukur bisa meraih gelar Super 500 kedua tapi perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya.”

Persembahan untuk Indonesia

Alwi mempersembahkan gelar Australian Open 2026 untuk keluarga, tim pelatih, PBSI, dan masyarakat Indonesia yang terus mendukungnya. Ia juga menyampaikan harapan untuk kebangkitan bulutangkis Indonesia di tengah situasi yang disebutnya tidak mudah.

“Saya mau berterima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih saya dan tim pendukung semua yang berada di PBSI. Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia, bulutangkis Indonesia pastinya. Karena belakangan ini memang yang kita tahu, kita tengah menghadapi situasi yang amat berat dan saya harap bulutangkis Indonesia bisa segera membaik,” ucapnya.

Kemenangan atas Dong Tian Yao dengan skor 21-13, 21-13 di Sydney menutup perjalanan Alwi Farhan di Australian Open 2026 dengan gelar juara. Hasil itu menjadi catatan penting bagi tunggal putra Indonesia setelah masa sulit yang ia alami sejak Piala Thomas.