Carlo Ancelotti memulai debutnya sebagai pelatih kepala Brasil di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Maroko pada fase grup di East Rutherford, Minggu (14/6) pukul 05.00 WIB. Di tengah penantian gelar yang sudah berlangsung 24 tahun, Ancelotti menyatakan siap memikul tanggung jawab besar bersama tim nasional paling berprestasi di dunia.
Brasil terakhir kali menjadi juara Piala Dunia pada 2002 ketika diperkuat Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho. Jika gagal merebut gelar pada edisi 2026, periode paceklik gelar Selecao akan menjadi lebih panjang.
Puasa Gelar Brasil Kembali Menyentuh 24 Tahun
Sudah 24 tahun berlalu sejak Brasil terakhir kali menjuarai Piala Dunia. Durasi itu menyamai puasa gelar terpanjang Brasil sebelumnya, yakni periode sebelum tim tersebut menjadi kampiun pada 1994.
Saat itu, Romario dan kawan-kawan membawa Brasil meraih gelar pertama sejak 1970. Kini, generasi Brasil yang tampil di Piala Dunia 2026 menghadapi tekanan serupa untuk mengakhiri penantian panjang tersebut.
Pernyataan Ancelotti Jelang Debut di Piala Dunia 2026
Meski datang dengan beban besar, Ancelotti menegaskan dirinya menyambut situasi ini dengan tenang. Dalam jumpa pers pada Jumat (12/6), ia menyebut kesempatan menangani Brasil di Piala Dunia sebagai pengalaman baru sekaligus kehormatan besar.
“Ini pengalaman baru bagi saya,” ujarnya dalam jumpa pers hari Jumat (12/6), dikutip ESPN.
“Ini sesuatu yang istimewa. Jelas ini membawa banyak tanggung jawab. Merupakan suatu kehormatan untuk mewakili negara sepak bola dan tim nasional paling berprestasi di dunia. Ini suatu kehormatan dan tanggung jawab. Ini momen yang indah bagi saya.”
Brasil Dinilai Siap Bersaing
Ancelotti juga menilai skuad Brasil memiliki bekal yang cukup untuk bersaing melawan tim mana pun di turnamen ini. Ia menyoroti kualitas teknis dan pengalaman pemain sebagai modal utama menghadapi persaingan di Piala Dunia 2026.
“Ini adalah tim yang dapat bersaing dengan siapa pun. Kami dapat menghadapi tim mana pun. Kami memiliki kualitas teknis dan pengalaman, dan kami sangat yakin dapat menghadapi tim mana pun.”
Menurut Ancelotti, persaingan pada edisi kali ini masih sangat terbuka karena belum ada tim yang benar-benar menonjol sebagai unggulan utama. Ia menegaskan Brasil datang ke turnamen dengan persiapan yang matang.
“Kami memiliki perasaan yang baik tentang Piala Dunia ini. Kami siap dan telah mempersiapkan diri. Saat ini belum ada favorit yang jelas untuk Piala Dunia. Beberapa tim akan memiliki kesempatan untuk bersaing hingga akhir,” tegas Ancelotti.
Laga melawan Maroko di East Rutherford akan menjadi ujian awal bagi Ancelotti bersama Brasil dalam upaya mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung sejak Piala Dunia 2002.
