Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sebanyak 5,36 juta orang akan melakukan perjalanan mudik menuju Sumatera Barat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, mengingat Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang besar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Kamis (26/2/2026) menyatakan bahwa kesiapan simpul transportasi dan layanan pemudik menjadi perhatian utama pemerintah. Selain itu, pergerakan 1,88 juta masyarakat di Sumatera Barat juga diproyeksikan meningkat pada periode yang sama.
Kesiapan Simpul Transportasi dan Layanan Pemudik
Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kesiapan berbagai simpul transportasi, terutama bandara dan terminal, harus dipersiapkan secara optimal. Kebutuhan dukungan yang diperlukan meliputi penyiapan posko, tempat istirahat, antisipasi kepadatan, penyediaan informasi, serta pemantauan daerah rawan bencana.
“Kami harap Pemda Sumatera Barat bersama dengan stakeholder terkait dapat melakukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran, memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi, serta melakukan pemeriksaan kendaraan (pengemudi),” ujar Menhub.
Integrasi Mudik Gratis dan Optimalisasi Rest Area
Kemenhub juga mendorong adanya konsolidasi pelaksanaan mudik gratis. Hal ini dilakukan melalui integrasi data, jadwal, dan rute guna memastikan layanan tepat sasaran dan keterisian optimal. Penyediaan feeder juga diperlukan untuk membantu para pemudik menuju lokasi keberangkatan mudik gratis.
Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat, Kemenhub mengajak pemerintah daerah serta Kepolisian RI untuk mengoptimalkan masjid dan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai tempat istirahat (rest area). Fasilitas yang perlu disediakan di antaranya parkir gratis dan aman, toilet dengan sanitasi memadai, air bersih, penerangan, pos kesehatan ringan, serta signage dan pengaturan lalu lintas terpadu.
Mitigasi Bencana dan Rekayasa Lalu Lintas
Rekayasa lalu lintas perlu dilakukan secara kondisional, terutama apabila terdapat hambatan seperti bencana longsor dan banjir. Di titik-titik rawan kemacetan dan keramaian, perlu disediakan petugas keamanan, kesiapan jalur alternatif, serta penanganan perlintasan sebidang antara jalan dan jalur kereta.
Menhub juga menekankan agar pemerintah daerah menyiapkan pos-pos mitigasi, khususnya pada jalur rawan banjir yang dilewati pemudik. Implementasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah rawan bencana hidrometeorologi juga diharapkan dapat dilakukan. Selain itu, perhatian lebih juga perlu diberikan pada area pasar tumpah dan lokasi wisata, khususnya pada pengaturan area parkir agar tidak menimbulkan kepadatan.
Informasi lengkap mengenai persiapan Angkutan Lebaran 2026 ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Perhubungan yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.
