Finansial

Apple Ungkap Strategi Pindahkan Produksi Mac Mini ke AS Akhir 2026, Perkuat Rantai Pasok Domestik dan Investasi

Advertisement

Apple menyatakan akan memindahkan sebagian produksi Mac Mini ke Amerika Serikat pada akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat manufaktur domestik di tengah dinamika kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Komitmen Investasi dan Penguatan Manufaktur Domestik

Produsen iPhone tersebut sebelumnya telah mengumumkan rencana investasi sebesar 600 miliar dollar AS atau sekitar Rp 10.080 triliun (kurs Rp 16.800 per dollar AS) di Amerika Serikat. CEO Apple Tim Cook bahkan hadir di Gedung Putih bersama Presiden Donald Trump pada Agustus 2025 untuk mengumumkan komitmen belanja senilai 100 miliar dollar AS (Rp 1.680 triliun).

Apple juga menegaskan akan meningkatkan pembelian komponen dari dalam negeri serta memperluas kerja sama dengan pemasok AS. “Sebagai bagian dari komitmen 600 miliar dollar AS kami, Mac mini akan diproduksi di AS untuk pertama kalinya pada akhir tahun ini!” tulis Cook dalam unggahan di X pada Selasa (24/2/2026) waktu setempat.

Cook menambahkan, “Kami juga mempercepat kemajuan ini — memproduksi lebih banyak server AI dan membuka Apple Advanced Manufacturing Center yang sepenuhnya baru untuk pelatihan langsung.” Mac Mini merupakan komputer desktop ringkas dengan harga mulai sekitar 600 dollar AS atau sekitar Rp 10,08 juta.

Menurut pernyataan perusahaan, produksi akan dilakukan di fasilitas baru di Houston, Texas. Lokasi tersebut sebelumnya telah digunakan untuk memproduksi server kecerdasan buatan (AI) sejak tahun lalu. “Kami mulai mengirimkan server AI canggih dari Houston lebih cepat dari jadwal, dan kami antusias untuk semakin mempercepat pekerjaan tersebut,” kata Cook seperti dikutip dari CNBC.

Dampak Kebijakan Tarif Trump dan Dinamika Perdagangan

Apple termasuk perusahaan yang terdampak kebijakan tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump. Sejak tarif tersebut diberlakukan tahun lalu, Apple telah membayar sekitar 3,3 miliar dollar AS atau setara Rp 55,44 triliun.

Advertisement

Saat ini, sekitar setengah iPhone yang dipasarkan di AS dipasok dari India. Sementara itu, sebagian besar produk lain untuk pasar AS seperti Mac, AirPods, dan Apple Watch berasal dari Vietnam. Mahkamah Agung AS pada Jumat lalu membatalkan sebagian besar agenda tarif Presiden Trump. Meski demikian, ketidakpastian masih berlanjut setelah Trump mengkritik putusan tersebut.

Pembukaan Pusat Manufaktur Canggih Baru

Selain memindahkan produksi Mac Mini, Apple juga mengumumkan pembukaan pusat manufaktur canggih seluas 20.000 kaki persegi di Houston pada akhir tahun ini. Fasilitas tersebut akan memberikan pelatihan teknik manufaktur canggih kepada pelajar, karyawan pemasok, dan pelaku usaha di AS.

Apple menyatakan peserta akan mempelajari “proses inovatif yang sama seperti yang digunakan untuk memproduksi produk Apple.” Langkah ini mempertegas strategi Apple untuk memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada produksi luar negeri di tengah dinamika kebijakan perdagangan global.

Informasi mengenai pemindahan produksi Mac Mini dan investasi Apple di AS ini disampaikan melalui pernyataan resmi CEO Apple Tim Cook di platform X dan dikutip dari CNBC pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement