Penemuan masjid kuno berusia sekitar 1.200 tahun di Gurun Negev, tepatnya di kota Bedouin Rahat, Israel selatan, menjadi salah satu temuan arkeologi paling signifikan terkait sejarah awal Islam. Bangunan yang diduga berasal dari abad ke-7 atau ke-8 Masehi ini terungkap saat proyek pembangunan lingkungan permukiman baru berlangsung di kawasan tersebut.
Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) mengumumkan penemuan ini pada 2022, setelah penggalian dimulai pada 2019. Temuan ini menyoroti periode awal penyebaran Islam di wilayah yang dahulu dikenal sebagai Tanah Suci.
Menguak Jejak Masjid Tertua di Gurun Negev
Penggalian situs masjid kuno ini dipimpin oleh tim arkeolog dari IAA, termasuk Oren Shmueli, Dr. Elena Kogan-Zehavi, dan Dr. Noe David Michael. Menurut laporan BBC dan The Guardian, masjid ini termasuk salah satu yang paling awal diketahui di dunia, dengan usia yang menyaingi masjid-masjid awal di Mekkah dan Yerusalem.
Direktur penggalian, Jon Seligman dan Shahar Zur, menyebut temuan ini sebagai “penemuan langka di mana pun di dunia”. IAA menegaskan bahwa ini adalah masjid pertama yang diketahui dari periode tersebut di wilayah tersebut, memberikan wawasan baru tentang sejarah Islam awal.
Ciri Arsitektur Khas Masjid Kuno
Bangunan masjid yang ditemukan memiliki bentuk persegi panjang dan bersifat terbuka. Struktur ini dilengkapi dengan mihrab atau ceruk doa yang secara jelas menghadap ke selatan, yaitu ke arah Mekkah, kota suci umat Islam.
“Ciri-ciri ini menjadi bukti tujuan bangunan tersebut digunakan, ratusan tahun lalu,” kata Seligman. IAA menambahkan bahwa “ciri arsitektur unik ini menunjukkan bahwa bangunan tersebut digunakan sebagai masjid,” dan diperkirakan mampu menampung beberapa puluh jemaah sekaligus.
Konteks Sejarah: Transisi dari Bizantium ke Islam
Gideon Avni, seorang pakar sejarah Islam awal, menjelaskan bahwa masjid ini termasuk yang pertama dibangun setelah kedatangan Islam di wilayah yang kini menjadi Israel. Penaklukan Arab atas provinsi Bizantium pada 636 Masehi menandai awal perubahan kekuasaan dan budaya di kawasan tersebut.
“Penemuan desa dan masjid di sekitarnya merupakan kontribusi penting bagi kajian sejarah negara ini pada masa yang penuh gejolak tersebut,” ujar Avni. The Guardian juga melaporkan bahwa sisa bangunan ini memberikan gambaran tentang sejarah transisi dari Kekristenan menuju Islam di kawasan tersebut.
Penemuan Pendukung dan Upaya Pelestarian
Tidak jauh dari lokasi masjid, arkeolog juga menemukan sebuah “luxurious estate building” atau bangunan mewah. Di area tersebut ditemukan peralatan makan dan artefak kaca yang menunjukkan tingkat kemakmuran penghuninya pada masa itu.
Pada 2019, IAA juga menemukan masjid lain di dekat lokasi tersebut yang berasal dari periode abad ke-7 hingga ke-8 Masehi. Kedua tempat ibadah Islam ini disebut sebagai “among the earliest known worldwide”. IAA menjelaskan bahwa penemuan masjid-masjid, bangunan mewah, dan rumah-rumah lain di sekitarnya menjelaskan “proses sejarah yang terjadi di Negev utara dengan masuknya agama baru – agama Islam – serta pemerintahan dan budaya baru di wilayah tersebut.” IAA menyatakan reruntuhan masjid-masjid yang ditemukan di Rahat akan dipertahankan di lokasi aslinya, baik sebagai monumen bersejarah maupun sebagai tempat ibadah aktif.
Informasi mengenai penemuan masjid kuno ini disampaikan melalui laporan BBC, The Guardian, dan pernyataan resmi Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) yang dirilis pada 2022.
