Amerika Serikat menyebut penolakan masuk terhadap wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan, terkait temuan informasi yang disebut berhubungan dengan isu terorisme. Omar, yang dijadwalkan berada di Miami dalam rangka Piala Dunia 2026, sebelumnya mengaku telah membawa dokumen lengkap saat tiba di AS.
Menurut laporan The Athletic, sumber di pemerintahan Presiden Donald Trump mengungkap alasan di balik penolakan tersebut. Sebelumnya, otoritas AS tidak merinci penyebab Omar ditolak masuk setelah ia diinterogasi lebih dari 11 jam, lalu ditahan dan diterbangkan kembali ke Istanbul, kota keberangkatannya.
Pernyataan Pejabat AS
Seorang pejabat senior di White House menyatakan penolakan itu dilakukan setelah pemeriksaan lanjutan oleh otoritas perbatasan AS. Pernyataan itu mengaitkan Omar dengan informasi yang dinilai merugikan dalam proses pemeriksaan imigrasi.
“Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh CBP (Customs and Border Protection), ditemukan informasi yang sifatnya merugikan, termasuk keterkaitan dengan tersangka anggota organisasi teror, yang membuat pelancong tersebut tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan (INA),” ungkap pernyataan pejabat tersebut.
Kronologi Penolakan Masuk
Omar Artan sejatinya sudah tiba di Miami ketika akhirnya ditolak masuk ke Amerika Serikat. Wasit terbaik Afrika 2025 itu merasa seluruh dokumen yang dibawanya telah lengkap.
Setelah menjalani interogasi selama lebih dari 11 jam, Omar kemudian ditahan. Ia selanjutnya diterbangkan kembali ke Istanbul, tempat ia berangkat menuju Amerika Serikat.
Dasar Tindakan Imigrasi
Pejabat White House itu juga menjelaskan bahwa Omar ditolak masuk melalui prosedur deportasi cepat. Otoritas AS, menurut pernyataan tersebut, memberikan formulir imigrasi yang mencantumkan dasar hukum yang dipakai dalam penanganan kasus itu.
“Pelancong tersebut ditolak masuk dan diberi formulir imigrasi yang berisi bagian hukum yang digunakan untuk menyelesaikan deportasi cepat, berdasarkan pasal 8235 INA. Pemerintahan Presiden Trump tidak akan membiarkan ancaman keamanan apa pun untuk memasuki negara kami – titik.”
Kasus ini mencuat di tengah persiapan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Hingga laporan itu terungkap melalui The Athletic, otoritas AS sebelumnya belum membeberkan alasan rinci penolakan masuk terhadap Omar Abdulkadir Artan.
