Olahraga

Australia Andalkan Pemain Muda Saat Tekuk Turki di Piala Dunia 2026

Australia membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan atas Turki di Grup D. Bertanding di BC Place, Vancouver, Minggu (14/6/2026) siang WIB, tim asuhan Tony Popovic tampil dengan sejumlah pemain muda dan menjalankan strategi yang efektif.

Popovic memberi kepercayaan besar kepada generasi muda sejak menit awal. Keputusan itu terlihat dari susunan pemain, termasuk Patrick Beach yang menjalani debut di Piala Dunia dan menggeser dua kiper yang lebih berpengalaman, Mathew Ryan serta Paul Izzo.

Susunan muda Australia jadi sorotan

Selain Beach, Australia juga menurunkan beberapa starter berusia muda di berbagai lini. Di sektor belakang ada Alessandro Circati yang berusia 22 tahun, Jacob Italiano 24 tahun, dan Jordan Bos 23 tahun.

Di lini tengah, Paul Okon-Engstler yang berusia 21 tahun menjadi starter. Sementara di depan, Mohamed Toure (22) dan Nestory Irankunda (20) diandalkan untuk membongkar pertahanan Turki.

Strategi lima bek berbuah hasil

Australia bermain dengan pola dasar lima bek saat menghadapi Turki. Pendekatan itu membuat mereka lebih banyak menunggu, memancing tekanan lawan, lalu bertahan dengan blok rendah sebelum melancarkan serangan balik.

Rencana tersebut berjalan sesuai harapan. Kombinasi Okon-Engstler dan Irankunda menghasilkan gol pembuka pada menit ke-27, yang membuat Australia berada dalam posisi menguntungkan.

Setelah unggul, Australia terus memancing Turki untuk bermain lebih ofensif. Celah yang terbuka kemudian dimanfaatkan hingga melahirkan gol kedua melalui Connor Metcalfe.

Tony Popovic puas dengan respons pemain muda

Popovic mengaku puas dengan cara para pemain muda menjawab kepercayaan yang diberikan pada laga pertama ini. Menurut dia, kontribusi mereka menjadi sinyal awal yang positif untuk perjalanan Australia di turnamen ini.

“Ini terasa cukup spesial. Anda melihat anak-anak muda berkombinasi untuk mencetak sebuah gol, dan Anda tak bisa meremehkan apa dampaknya terhadap kepercayaan diri dan keyakinan mereka,” ujarnya di situs FIFA.

Pelatih Australia itu juga menyoroti tantangan fisik dan mental setelah pertandingan pembuka. Ia menegaskan timnya harus segera memulihkan kondisi untuk laga berikutnya.

“Secara emosi, ini akan menguras banyak dari para pemain, laga ini. Jadi kami harus kembali bekerja dan memulihkan diri denga baik untuk fokus ke AS.”

Kemenangan atas Turki menjadi modal penting bagi Australia di Grup D Piala Dunia 2026. Setelah laga ini, fokus tim beralih ke pertandingan berikutnya melawan AS.