Harga bahan pokok di tingkat nasional pada Sabtu, 28 Februari 2026, menunjukkan tren kenaikan pada mayoritas komoditas. Berdasarkan data dari panel harga Badan Pangan Nasional, beberapa jenis daging dan komoditas pangan lainnya mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, meskipun daging sapi murni justru mencatat penurunan tajam.
Kenaikan Harga Bahan Pokok Dominasi Pasar
Daging kerbau segar lokal menjadi salah satu penyumbang kenaikan tertinggi, dengan harga per kilogram melonjak Rp 8.269 atau 5,87 persen. Dari sebelumnya Rp 132.500, kini harga daging kerbau segar mencapai Rp 140.769. Kenaikan serupa juga terjadi pada daging kerbau beku impor, yang naik Rp 7.762 atau 7,12 persen, dari Rp 101.292 menjadi Rp 109.054 per kilogram.
Selain daging kerbau, sejumlah komoditas pangan lain juga terpantau mengalami kenaikan harga dalam satu hari terakhir. Berikut daftar kenaikan harga pangan pokok:
- Ikan tongkol naik dari Rp 35.903 menjadi Rp 36.865 per kilogram.
- Minyak goreng kemasan naik dari Rp 20.252 menjadi Rp 20.815 per liter.
- Beras khusus lokal naik dari Rp 15.484 menjadi Rp 15.924 per kilogram.
- Cabai merah keriting naik dari Rp 39.925 menjadi Rp 40.332 per kilogram.
- Minyak goreng curah naik dari Rp 17.099 menjadi Rp 17.501 per liter.
- Ikan kembung naik dari Rp 45.170 menjadi Rp 45.561 per kilogram.
- Jagung tingkat peternak naik dari Rp 6.145 menjadi Rp 6.353 per kilogram.
- Tepung terigu curah naik dari Rp 9.263 menjadi Rp 9.416 per kilogram.
- Gula konsumsi naik dari Rp 18.014 menjadi Rp 18.158 per kilogram.
- Tepung terigu kemasan naik dari Rp 12.508 menjadi Rp 12.621 per kilogram.
- Bawang merah naik dari Rp 39.813 menjadi Rp 39.909 per kilogram.
- Beras medium non SPHP naik dari Rp 13.634 menjadi Rp 13.705 per kilogram.
- Minyakita naik dari Rp 16.684 menjadi Rp 16.726 per liter.
- Beras SPHP naik dari Rp 12.368 menjadi Rp 12.380 per kilogram.
- Beras medium naik dari Rp 13.152 menjadi Rp 13.161 per kilogram.
Daging Sapi Murni Pimpin Penurunan Harga
Di tengah gelombang kenaikan, harga daging sapi murni justru mengalami penurunan paling tajam. Komoditas ini turun Rp 4.931 atau 3,56 persen dibandingkan hari sebelumnya, dari Rp 143.523 menjadi Rp 138.592 per kilogram. Penurunan ini juga tercatat signifikan dibandingkan harga tertinggi minggu lalu dan bulan lalu.
Beberapa bahan pangan lain juga mengalami koreksi harga dalam satu hari terakhir. Berikut daftar penurunan harga pangan pokok:
- Cabai rawit merah turun dari Rp 74.480 menjadi Rp 70.540 per kilogram.
- Cabai merah besar turun dari Rp 40.356 menjadi Rp 38.017 per kilogram.
- Daging ayam ras turun dari Rp 40.302 menjadi Rp 39.787 per kilogram.
- Telur ayam ras turun dari Rp 31.249 menjadi Rp 30.910 per kilogram.
- Bawang putih bonggol turun dari Rp 38.400 menjadi Rp 38.078 per kilogram.
- Garam konsumsi turun dari Rp 11.492 menjadi Rp 11.355 per kilogram.
- Ikan bandeng turun dari Rp 35.737 menjadi Rp 35.649 per kilogram.
- Kedelai biji kering impor turun dari Rp 10.778 menjadi Rp 10.714 per kilogram.
- Beras premium turun dari Rp 15.356 menjadi Rp 15.314 per kilogram.
Informasi lengkap mengenai pergerakan harga bahan pokok ini disampaikan melalui data panel harga resmi Badan Pangan Nasional yang diperbarui pada 28 Februari 2026.
