Finansial

Bank Indonesia Ungkap Perluasan QRIS Antarnegara ke Korea Selatan, Dorong Ekonomi Digital dan Pariwisata

Advertisement

Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea (BoK) telah mencapai kesepakatan untuk melanjutkan persiapan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara. Perluasan ini memungkinkan transaksi pembayaran lintas batas antara Indonesia dan Korea Selatan hanya dengan memindai kode QR di merchant yang tersedia, dengan target peluncuran penuh pada April 2026.

Langkah progresif ini merupakan bagian dari konsistensi dan komitmen Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI). Tujuannya adalah untuk memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran di masyarakat, sejalan dengan tren pembayaran lintas negara yang semakin meningkat.

Perluasan QRIS Antarnegara dan Dampak Ekonomi

Implementasi QRIS Antarnegara ke Korea Selatan dipastikan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Sebelumnya, Bank Indonesia telah memperluas jangkauan QRIS Antarnegara ke beberapa negara ASEAN dan Jepang, serta sedang melakukan uji coba dengan China. Pola perluasan ini menunjukkan fokus pada negara-negara mitra dagang utama Indonesia.

Data publikasi Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2025 mencatat pertumbuhan transaksi QRIS yang pesat, mencapai 139,99 persen (yoy) pada tahun 2025. Pertumbuhan nilai transaksi ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS, yang masing-masing telah mencapai 59,93 juta dan 42,75 juta.

Mengapa Korea Selatan Menjadi Mitra Strategis?

Pemilihan Korea Selatan sebagai tujuan perluasan QRIS Antarnegara didasari oleh beberapa faktor strategis. Korea Selatan dikenal luas melalui diplomasi budaya Korean Pop (K-Pop) yang berhasil menempatkannya sebagai mitra dagang penting dunia, termasuk bagi Indonesia.

Indonesia dan Korea Selatan tergabung dalam kerja sama Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA), yang bertujuan meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi bilateral. Melalui kerja sama ini, Korea Selatan menjadi salah satu tujuan ekspor utama Indonesia. Kementerian Perdagangan mencatat neraca perdagangan dengan Korea Selatan mengalami surplus sebesar 0,53 miliar dollar AS pada Desember 2025.

Meskipun sempat mengalami perlambatan ekonomi pada triwulan IV 2025, Korea Selatan tetap menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia dan diperkirakan akan kembali tumbuh pada tahun 2026. Prospek ekonomi yang baik dan hubungan dagang yang erat menjadi peluang besar yang dapat dimanfaatkan melalui QRIS Antarnegara.

Kontribusi QRIS terhadap Inklusi Keuangan dan Pariwisata

Perluasan jangkauan QRIS Antarnegara sejalan dengan strategi Bank Indonesia untuk mendorong kemudahan dan memperkuat interkoneksi sistem pembayaran, yang pada akhirnya akan meningkatkan inklusi keuangan dan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.

Advertisement

Peningkatan Inklusi Keuangan

Dengan infrastruktur pembayaran yang memadai, setiap orang dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah. Peningkatan jumlah merchant QRIS, yang sebagian besar merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menunjukkan akses keuangan yang semakin merata. Inklusi keuangan ini juga didukung oleh keberhasilan implementasi QRIS TAP. UMKM sendiri berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja.

Dukungan Sektor Pariwisata

Industri pariwisata merupakan sektor penting yang berkontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia dan mendukung keberlangsungan industri lain seperti transportasi, perhotelan, dan kuliner. Laporan Perekonomian BPS 2025 menunjukkan peningkatan kontribusi pariwisata ke PDB sejak 2021 hingga 2023, yaitu masing-masing sebesar 2,30 persen, 3,7 persen, dan 4,67 persen.

Sepanjang tahun 2021 hingga 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai 15 juta wisatawan pada akhir 2025. Korea Selatan konsisten menjadi salah satu negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Indonesia sejak 2021, bersama Malaysia, China, dan India. Wisatawan Korea Selatan juga termasuk yang memiliki tingkat pengeluaran terbesar di Indonesia. Sebaliknya, Indonesia menjadi negara kesembilan penyumbang wisatawan terbanyak ke Korea Selatan sepanjang tahun 2025. Dengan hadirnya QRIS Antarnegara, jumlah wisatawan dan nilai transaksi pariwisata diperkirakan akan semakin meningkat.

Tantangan dan Prospek Optimalisasi QRIS Antarnegara

Meskipun menawarkan banyak manfaat, implementasi QRIS Antarnegara juga menghadapi tantangan yang perlu diperhatikan. Kesiapan infrastruktur yang komprehensif menjadi krusial, meliputi regulasi, pelindungan data pribadi, hingga interoperabilitas sistem pembayaran dan infrastruktur ekonomi lainnya.

Melalui BSPI, Bank Indonesia telah mempersiapkan rencana jangka panjang sistem pembayaran, termasuk strategi mitigasi risiko dan jawaban atas tantangan di masa depan. Dengan didukung oleh stabilitas fundamental kedua negara, perluasan QRIS Antarnegara ini diharapkan dapat menjadi katalis peningkatan aktivitas ekonomi dan pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Informasi lengkap mengenai perluasan QRIS Antarnegara ini disampaikan melalui pernyataan resmi Bank Indonesia yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.

Advertisement