Bank Mandiri mengumumkan kinerja keuangan yang solid pada awal tahun 2026, mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,65 triliun per Januari 2026. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang signifikan sebesar 15,62 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1.511,4 triliun, dengan segmen UMKM menjadi motor utama.
Laporan keuangan bulanan (bank only) per Januari 2026 ini mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kinerja Keuangan Solid di Awal Tahun
Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 4,65 triliun per Januari 2026, meningkat 16,18 persen yoy. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 10,2 persen yoy.
Efisiensi biaya dana (Cost of Fund/CoF) juga membaik, turun 27 basis poin dibandingkan periode sebelumnya sehingga CoF terjaga di level 2,06 persen. Selain itu, pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income/FBI) recurring tercatat tumbuh 16,1 persen yoy, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang.
Efisiensi operasional turut membaik, tercermin dari cost to income ratio (CIR) yang turun menjadi 37,75 persen, membaik 3,44 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang masih di atas 40 persen.
Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga
Realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62 persen yoy menjadi Rp 1.511,4 triliun per Januari 2026. Pertumbuhan kredit ini turut mendorong kenaikan total aset menjadi Rp 2.191,9 triliun atau naik 13,96 persen yoy.
Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mempertegas komitmen perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk ekosistem usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pelaku usaha di berbagai daerah. “Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp 1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29 persen yoy. Komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio current account saving account (CASA) terjaga di level 73 persen, mendukung efisiensi biaya dana dan memperkuat struktur likuiditas.
Peran Ekosistem Digital dan Kualitas Aset
Kinerja Bank Mandiri ditopang oleh akselerasi transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri yang tumbuh 49,3 persen yoy, serta Kopra by Mandiri sebesar 27 persen yoy. Transaksi treasury juga meningkat 33 persen yoy, sejalan dengan penguatan layanan transaksi digital dan solusi pengelolaan finansial.
Novita Widya Anggraini menjelaskan bahwa penguatan ekosistem digital ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan keunggulan berkelanjutan dan memperluas inklusi keuangan. “Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah,” ungkapnya.
Dari sisi kualitas aset, cost of credit (CoC) per Januari 2026 turun 21 basis poin yoy menjadi 0,35 persen. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) juga terjaga di level 0,97 persen atau turun 3 basis poin secara tahunan, mencerminkan disiplin manajemen risiko.
Informasi lengkap mengenai kinerja keuangan Bank Mandiri per Januari 2026 ini disampaikan melalui keterangan tertulis resmi dari perseroan yang dirilis pada Senin, 25 Februari 2026.
