Sepak Bola

Barcelona Puncaki LaLiga, Hansi Flick Tegaskan Pentingnya Konsistensi di Sisa Musim

Advertisement

Barcelona berhasil memuncaki klasemen sementara Liga Spanyol (LaLiga) dengan koleksi 61 poin dari 25 pertandingan. Meskipun unggul tipis satu poin dari Real Madrid, pelatih kepala Hansi Flick memilih untuk tidak jemawa dan mengingatkan timnya akan perjalanan panjang yang masih harus dilalui untuk mempertahankan gelar juara.

Klasemen Terkini dan Misi Gelar Ganda

Skuad berjuluk Blaugrana ini kini mengoleksi 61 poin dari 25 laga, unggul satu poin atas rival abadi mereka, Real Madrid. Sebagai kampiun pada edisi sebelumnya, Barcelona mengusung misi besar untuk mencatatkan gelar back-to-back di musim 2025-2026 ini.

Sikap Realistis Hansi Flick

Di tengah ekspektasi tinggi dan optimisme dari para pendukung, Hansi Flick memilih untuk bersikap realistis. Juru taktik asal Jerman berusia 61 tahun tersebut menegaskan bahwa sisa musim ini masih menghadirkan perjalanan yang teramat panjang bagi tim asuhannya.

“Jalan masih panjang,” ujar Flick, dikutip dari situs resmi Barcelona. “Setiap kemenangan berarti satu kesempatan lebih sedikit bagi rival kami untuk mengejar kami. Kami harus terus bekerja dengan baik dan terus menang. Kami berkonsentrasi pada apa yang dapat kami lakukan lebih baik. Masih ada ruang untuk berkembang.”

Ia kembali mengingatkan bahwa para pemain seperti Lamine Yamal beserta rekan-rekan setimnya sama sekali tidak boleh merasa cepat puas meskipun sedang memimpin klasemen LaLiga. Mantan pelatih Bayern Muenchen itu lebih suka mengarahkan fokus tim pada satu per satu pertandingan yang ada di depan mata.

Ujian Konsistensi dan Bayang-bayang El Clasico

Agenda terdekat yang akan dihadapi Barcelona adalah laga pekan ke-26 dengan menjamu Villarreal di Camp Nou pada Sabtu, 28 Februari 2026. Duel ini menjadi momentum krusial bagi Azulgrana untuk menjaga tren positif setelah melewati fase yang cukup sulit dalam beberapa waktu ke belakang.

Advertisement

Sebelum sukses menundukkan Levante dengan skor meyakinkan 3-0 pekan lalu, tim asal Catalunya ini sempat menelan dua kekalahan secara beruntun. Langkah mereka menuju final Copa del Rey terasa sangat berat seusai takluk telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama babak semifinal. Rekam jejak sejarah mencatat bahwa mereka terakhir kali menang dengan selisih lebih dari empat gol atas Atletico pada tahun 2011 silam.

Tidak hanya itu, kekalahan tipis 1-2 dari Girona juga sempat membuat posisi puncak klasemen melayang dan direbut oleh Real Madrid. Beruntung, Real Madrid kemudian dipecundangi oleh Osasuna sehari sebelum laga melawan Levante, yang mengembalikan Barcelona ke singgasana tertinggi.

Kini, menjaga konsistensi menjadi tugas terberat bagi skuad utama Barcelona agar posisi teratas tersebut tidak terlepas hingga akhir musim dan target juara dua musim berturut-turut bisa tercapai. Kalender pertandingan yang masih cukup panjang, termasuk jadwal duel bergengsi El Clasico melawan Real Madrid pada bulan Mei mendatang, akan menjadi penentu.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Hansi Flick yang dirilis melalui situs resmi Barcelona.

Advertisement