Investor asing mencatat aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 1,14 triliun di seluruh pasar pada perdagangan awal pekan, Senin (23/2/2026). Arus modal asing ini menjadi penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melesat.
Arus Modal Asing Dorong IHSG Menguat 1,50 Persen
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 124,31 poin atau 1,50 persen ke level 8.396,08. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 8.327 hingga 8.397.
Aktivitas transaksi tergolong ramai dengan total volume perdagangan mencapai 49,60 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 24,16 triliun. Penguatan indeks juga ditopang oleh mayoritas saham yang berakhir di zona hijau, dengan 468 saham menguat, berbanding 206 saham melemah dan 142 saham stagnan.
Saham Unggulan Incaran Investor Asing
Aksi beli bersih investor asing terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan pertambangan. Sektor-sektor ini selama ini menjadi barometer pergerakan IHSG.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih Rp 393,52 miliar.
- Disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan Rp 330,61 miliar.
- PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatat beli bersih Rp 139,58 miliar.
Di sektor tambang, investor asing juga agresif mengoleksi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 133,58 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 100,35 miliar. Saham lain yang turut diburu asing meliputi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 69,79 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 62,35 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 55,8 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 55,12 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 47,12 miliar.
Pergerakan IHSG pada Sesi Awal Selasa (24/2/2026)
Pada sesi awal perdagangan Selasa (24/2/2026), IHSG terpantau bergerak di zona merah. Indeks berada di level 8.376,338 atau melemah 19,744 poin setara 0,24 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
IHSG sempat dibuka menguat di level 8.428,050 dan bahkan menyentuh level tertinggi intraday di 8.437,089. Namun, tekanan jual mulai mendominasi setelah pukul 09.00, membuat indeks berbalik arah dan turun hingga menyentuh angka terendah di 8.372,423.
Dari sisi likuiditas, volume transaksi mencapai 11,485 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,152 triliun dan frekuensi 798.545 kali transaksi. Sebanyak 369 saham melemah, sementara 195 saham menguat dan 161 saham stagnan.
Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar modal ini disampaikan melalui data resmi Bursa Efek Indonesia yang dirilis secara berkala.
