PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan signifikan pada komposisi indeks Economic 30. Lima saham emiten baru resmi bergabung, sementara lima emiten lainnya harus keluar dari daftar indeks bergengsi ini, efektif mulai 2 Maret hingga 31 Agustus 2026.
Perubahan Komposisi Indeks Economic 30
Penyegaran komposisi indeks Economic 30 ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan oleh BEI. Langkah ini bertujuan untuk memastikan indeks tetap relevan dan mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia.
Perubahan ini akan berlaku selama periode enam bulan, yakni dari awal Maret hingga akhir Agustus 2026. Investor diharapkan mencermati daftar emiten yang masuk dan keluar untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.
Daftar Emiten Baru dan yang Terdepak
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Rabu (25/2/2026), lima saham yang kini menjadi konstituen baru indeks Economic 30 adalah:
- PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
- PT Sentul City Tbk (BKSL)
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
Di sisi lain, lima emiten yang harus angkat kaki dari indeks tersebut adalah:
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
- PT Bank Jago Tbk (ARTO)
- PT MD Pictures Tbk (FILM)
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
Reaksi Pasar Saham Pasca Pengumuman
Saham-saham yang baru masuk indeks Economic 30 terpantau menunjukkan pergerakan variatif jelang penutupan perdagangan Rabu sore ini. Sebagian menguat, sementara lainnya bergerak datar hingga terkoreksi tipis.
Saham BBYB terpantau stagnan di level Rp 376, setelah sempat menyentuh Rp 382 di awal sesi dan turun ke Rp 370. Di sektor properti, BKSL menguat 4,38 persen ke Rp 143. Saham ini sempat tertekan ke Rp 134 sebelum berbalik arah dan melonjak ke Rp 144, lalu bertahan di kisaran Rp 143 jelang penutupan.
Penguatan signifikan dicatatkan HRTA, di mana sahamnya melesat 5,65 persen ke Rp 2.990. HRTA menunjukkan tren naik intraday yang solid, bergerak dari area Rp 2.780 hingga mendekati level psikologis Rp 3.000. Sebaliknya, KIJA terkoreksi tipis 0,91 persen ke Rp 218. Saham ini sempat menyentuh Rp 222, namun tekanan jual membuatnya kembali bergerak sideways di rentang Rp 216 – Rp 220.
NCKL menguat moderat 0,65 persen ke Rp 1.540. Pergerakannya cenderung fluktuatif dalam rentang Rp 1.530 hingga Rp 1.580, sebelum akhirnya berada di area bawah 30 menit sebelum penutupan perdagangan Rabu sore ini.
Informasi mengenai perubahan komposisi indeks Economic 30 ini disampaikan melalui keterbukaan informasi resmi PT Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 25 Februari 2026.
