Bek sayap Arsenal, Riccardo Calafiori, menegaskan tekad kuatnya untuk membawa tim nasional Italia kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia. Calafiori mengincar kemenangan krusial di babak play-off demi mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bagi pemain berusia 21 tahun ini, laga tersebut bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan misi penebusan sejarah bagi Gli Azzurri yang telah absen cukup lama dari turnamen empat tahunan tersebut.
Misi Penebusan Sejarah
Partisipasi terakhir Italia, pemilik empat gelar juara dunia, terjadi pada edisi 2014 di Brasil, di mana mereka harus tersingkir menyakitkan di fase grup. Italia terancam mencatatkan sejarah kelam jika gagal lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah absen pada edisi 2018 dan 2022.
Menghadapi partai semifinal play-off Jalur A melawan Irlandia Utara di Stadion Gewiss, Bergamo, Calafiori mengaku sangat antusias meski menyadari besarnya beban yang dipikul. “Menuju ke Piala Dunia adalah mimpi masa kecil. Saya tak sabar untuk memainkan pertandingan ini. Tekanan selalu ada, tidak ada artinya untuk menghindari itu,” tegas Calafiori dalam konferensi pers yang dikutip dari laman resmi federasi dan Tutto Sport.
Ia pun mengajak rekan-rekan setimnya untuk tetap bersikap optimistis di tengah situasi genting. “Kami tahu betapa pentingnya untuk lolos, kami semua menginginkan hal yang sama. Mari mencoba untuk mewujudkan itu dan berpikir secara positif,” sambungnya.
Waspadai Ancaman Irlandia Utara
Berbicara mengenai teknis pertandingan, mantan penggawa Bologna ini memberikan peringatan khusus terkait gaya bermain tim tamu. Mengingat banyak pemain Irlandia Utara yang merumput di liga Britania, Calafiori yang kini berkarier di Arsenal paham betul akan ancaman fisik dan bola-bola panjang lawan.
“Kita harus fokus pada bola mati melawan mereka karena mereka (Irlandia Utara) bisa sangat berbahaya, tetapi kita juga bisa berbahaya. Bola mati dalam sepak bola modern dapat membuat perbedaan,” jelas Calafiori.
Ia menambahkan bahwa detail kecil seperti antisipasi bola kedua akan menjadi faktor penentu. “Begitu ada kesempatan, mereka akan mencari umpan panjang; kita perlu mencoba menghindari gaya permainan ini sebisa mungkin dan berhati-hati pada bola kedua. Kita perlu fokus dari menit pertama hingga menit terakhir,” tutupnya.
Fokus pada Kekuatan Internal Tim
Meski sering dibanding-bandingkan dengan atmosfer kompetisi di Inggris, pemain yang identik dengan rambut gondrong ini lebih memilih untuk memusatkan energi pada kesiapan internal timnas Italia. Baginya, kunci untuk mengakhiri kutukan kualifikasi adalah dengan menikmati setiap momen di lapangan tanpa terlalu terbebani oleh kegagalan masa lalu.
“Pada momen yang sangat genting ini, kuncinya adalah hidup di masa kini, tidak terlalu banyak berpikir dan menikmati momen tersebut, bekerja sebagai tim dan menjalaninya hari demi hari,” kata pemain asal Arsenal tersebut.
Informasi lengkap mengenai tekad Riccardo Calafiori ini disampaikan melalui konferensi pers yang dikutip dari laman resmi federasi dan Tutto Sport.
