Finansial

Bitcoin Melonjak 2,50 Persen ke $66 Ribu di Tengah Tekanan Historis Pasar Kripto Global

Advertisement

Pasar kripto menunjukkan penguatan signifikan pada Rabu, 25 Februari 2026, dengan Bitcoin (BTC) memimpin reli. Mata uang digital terbesar ini melonjak 2,50 persen, mencapai level 66.123,37 dollar AS. Namun, kenaikan ini terjadi di tengah tekanan terdalam yang pernah dihadapi Bitcoin sepanjang sejarahnya.

Reli Pasar Kripto Terbaru

Data dari CoinMarketCap pada Rabu (25/2/2026) mencatat Ethereum (ETH) juga menguat 3,82 persen, diperdagangkan pada 1.920,93 dollar AS. Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) menunjukkan kenaikan tipis, masing-masing 0,04 persen ke 1,0003 dollar AS dan 0,06 persen ke 1,0005 dollar AS.

Di antara altcoin utama, XRP (XRP) naik 2,28 persen ke 1,388 dollar AS, sementara Solana (SOL) melonjak tajam 5,25 persen mencapai 82,17 dollar AS. Kenaikan juga terlihat pada TRON (TRX) sebesar 1,17 persen, Dogecoin (DOGE) 1,12 persen, Bitcoin Cash (BCH) 1,28 persen, dan Cardano (ADA) 2,04 persen. Hanya BNB yang terkoreksi tipis 0,42 persen ke 597,87 dollar AS.

Tekanan Historis dan Pergeseran Narasi Bitcoin

Meskipun ada penguatan sesaat, Bloomberg melaporkan bahwa Bitcoin menghadapi tekanan terdalam sepanjang sejarahnya, tanpa tanda-tanda pemulihan yang jelas. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini telah merosot lebih dari 40 persen dari posisi puncaknya.

Pola klasik ‘buy on dip’ yang selama ini menjadi penyelamat pasar, kini tidak lagi efektif. Minat pembeli melemah, sementara faktor-faktor yang biasanya mendorong pemulihan justru berbalik arah menjadi beban bagi Bitcoin.

Fungsi Bitcoin di Tengah Persaingan Aset Lain

Dalam lanskap makroekonomi saat ini, emas dinilai lebih unggul sebagai aset lindung nilai. Untuk kebutuhan pembayaran, stablecoin dianggap lebih efisien dan stabil. Sementara itu, perhatian investor untuk spekulasi mulai bergeser ke pasar prediksi dan instrumen lain di luar kripto.

Menariknya, tekanan ini tidak disebabkan oleh kurangnya dukungan kebijakan. Pemerintah Amerika Serikat semakin akomodatif terhadap industri kripto, dan adopsi institusional semakin dalam dengan partisipasi Wall Street yang meluas. Bitcoin seolah telah memperoleh legitimasi yang diperjuangkan, namun hal itu belum cukup menopang harganya.

Advertisement

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang peran Bitcoin ke depan. Jika bukan sebagai lindung nilai utama, bukan pula sarana pembayaran paling efisien, dan bukan instrumen spekulasi paling menarik, maka apa sebenarnya fungsi utama Bitcoin?

Pandangan Para Ahli tentang Masa Depan Bitcoin

Owen Lamont, manajer portofolio di Acadian Asset Management, menilai narasi utama Bitcoin selama ini bertumpu pada kenaikan harga. “Kisah utama Bitcoin selama ini adalah harganya terus naik dan sekarang kita tidak lagi memiliki itu,” ujar Owen Lamont. Ia menambahkan, “Yang terjadi sekarang justru ‘harganya turun’. Itu bukan cerita yang bagus.”

Berbeda dengan saham atau komoditas yang memiliki indikator fundamental seperti laba dan arus kas, nilai Bitcoin sangat bergantung pada kepercayaan dan narasi yang mampu menarik investor baru. Ketika narasi tersebut melemah, daya tariknya pun ikut tergerus, membuat banyak trader ritel yang masuk saat reli sebelumnya kini merugi.

Noelle Acheson, penulis buletin Crypto is Macro Now, menjelaskan bahwa ketika Bitcoin telah diposisikan sebagai aset makro, ia harus bersaing dengan berbagai alternatif lain yang dinilai lebih mudah dipahami. “Wahana spekulatif baru seperti pasar prediksi, bahkan bursa komoditas, mulai menyedot perhatian dari pasar kripto,” ucap Noelle Acheson.

Acheson melanjutkan, “Sekarang ketika BTC diposisikan sebagai ‘aset makro’, ia harus bersaing dengan begitu banyak alternatif lain, yang sebagian besar lebih mudah dipahami dan lebih mudah dijelaskan kepada wali amanat, klien, maupun dewan direksi.”

Informasi mengenai pergerakan pasar kripto dan analisis mendalam tentang Bitcoin ini dihimpun dari data CoinMarketCap dan laporan Bloomberg yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.

Advertisement