Harga aset kripto Bitcoin (BTC) anjlok di bawah level 65.000 dollar AS pada awal pekan ini. Penurunan signifikan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian tarif global yang meningkat serta ketegangan geopolitik yang memanas.
Token mata uang digital tertua di dunia tersebut diperdagangkan terendah di level 64.830 dollar AS, setara dengan sekitar Rp 1,08 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.808 per dollar AS, pada awal perdagangan. Volatilitas ini melanjutkan penurunan hampir 5 persen yang telah terjadi sejak hari sebelumnya.
Detail Penurunan Harga Bitcoin
Sepanjang akhir pekan lalu, penurunan harga Bitcoin membawa aset digital ini ke titik terendah 64.324 dollar AS, menandai level terendahnya sejak 6 Februari ketika sempat mencapai 60.062 dollar AS. Pada Senin pukul 09.40 waktu setempat, Bitcoin tercatat turun lebih dari 2 persen menjadi 65.836,68 dollar AS.
Penurunan tajam ini menunjukkan respons pasar terhadap ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang mendorong investor untuk menghindari investasi berisiko tinggi.
Faktor Geopolitik dan Makroekonomi Memicu Ketidakpastian
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memutuskan apakah akan menyerang Iran dalam 10 hari ke depan, menyusul penolakan Iran terhadap kesepakatan nuklir baru. Ketegangan di Timur Tengah tampak meningkat dengan penempatan pasukan militer AS di wilayah tersebut.
Secara terpisah, Presiden Trump juga mengumumkan kenaikan tarif pembalasan terhadap banyak mitra dagang asing AS menjadi 15 persen melalui unggahan di media sosial pada Sabtu. Kebijakan tarif ini berlaku segera, hanya sehari setelah Mahkamah Agung membatalkan pajak perdagangan sebelumnya.
Aset Aman Melonjak di Tengah Volatilitas Pasar
Sejak awal tahun, Bitcoin telah kehilangan 24 persen nilainya akibat gempuran ancaman makroekonomi. Kondisi ini kontras dengan aset yang dianggap kurang berisiko seperti logam mulia yang justru melonjak.
Komoditas emas telah naik sekitar 20 persen sepanjang tahun ini, sementara perak bertambah 23 persen selama periode yang sama, menunjukkan pergeseran preferensi investor ke aset yang lebih stabil di tengah gejolak pasar.
Informasi lengkap mengenai pergerakan harga Bitcoin dan faktor-faktor yang memengaruhinya disampaikan melalui laporan yang dirilis oleh CNBC.
