Finansial

Bluebird Perkuat Armada dan Layanan, Antisipasi Lonjakan Mobilitas Arus Balik Lebaran 2026

Advertisement

PT Blue Bird Tbk (BIRD) memproyeksikan periode arus balik Lebaran 2026 sebagai fase krusial yang akan mendorong lonjakan kebutuhan layanan transportasi. Perusahaan telah memperkuat kesiapan armada dan layanan untuk mengantisipasi perubahan pola mobilitas masyarakat yang kini semakin terkonsentrasi sebelum dan sesudah hari raya.

Pergeseran Pola Mobilitas dan Kesiapan Armada

Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk, Monita Moerdani, menjelaskan bahwa tren mobilitas selama musim Lebaran menunjukkan pergeseran waktu perjalanan yang lebih terkonsentrasi. “Kami melihat pola perjalanan yang semakin terkonsentrasi menjelang dan setelah Lebaran,” ujar Monita di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Untuk itu, Bluebird memastikan kesiapan lebih dari 25.000 armada, mencakup layanan Bluebird, Silverbird, Goldenbird, Bigbird, Cititrans, hingga Bluebird Kirim, termasuk peremajaan unit.

Lonjakan Permintaan Layanan Transportasi dan Logistik

Data internal perusahaan mencatat adanya peningkatan signifikan pada fase arus balik Lebaran. Layanan taksi Bluebird di sejumlah kota besar seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Makassar, menunjukkan rata-rata pertumbuhan hingga 20 persen dibandingkan periode sebelum Ramadhan.

Sementara itu, layanan shuttle antarkota Cititrans mencatat kenaikan hampir 23 persen selama periode Lebaran dan arus balik dibandingkan pekan sebelumnya. Lonjakan permintaan juga terjadi pada layanan logistik Bluebird Kirim, yang mencatat peningkatan transaksi hingga 62 persen selama Ramadhan dibandingkan bulan sebelumnya, didorong oleh kebutuhan pengiriman barang dan hampers Lebaran.

Survei YouGov Perkuat Proyeksi Mobilitas

Proyeksi lonjakan mobilitas ini turut diperkuat oleh hasil survei dari YouGov. Survei tersebut menunjukkan bahwa 43 persen masyarakat berencana mudik dua hingga enam hari sebelum Lebaran, sementara 51 persen responden merencanakan arus balik dalam rentang waktu yang sama setelah Lebaran.

Advertisement

Periode ini diidentifikasi sebagai fase dengan tekanan mobilitas tertinggi dalam setahun. Menanggapi proyeksi tersebut, Bluebird telah memastikan kesiapan operasional di lebih dari 1.300 pangkalan di seluruh Indonesia, termasuk di bandara, stasiun, terminal, pusat perbelanjaan, hotel, dan kawasan residensial.

Strategi Jaga Kepastian Tarif dan Kenyamanan Pelanggan

Selain kesiapan armada, perusahaan juga mengoptimalkan fitur Advance Booking dan Fixed Price melalui aplikasi MyBluebird. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kepastian tarif kepada pelanggan di tengah potensi kemacetan.

Monita Moerdani menegaskan, strategi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan layanan di tengah lonjakan mobilitas tahunan terbesar. “Bluebird hadir sebagai teman perjalanan yang membantu menjaga ketenangan,” kata Monita. Ia menambahkan, “[Kami] mengantarkan pelanggan menutup bulan suci menjadi pribadi yang lebih utuh saat merayakan hari kemenangan.”

Informasi lengkap mengenai kesiapan Bluebird menghadapi arus balik Lebaran 2026 disampaikan melalui pernyataan resmi PT Blue Bird Tbk yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.

Advertisement