Sepak Bola

Borneo FC Ungkap Sempat Dilarang Official Training di JIS, Manajemen Protes Keras Jelang Duel Papan Atas

Advertisement

Borneo FC sempat mengalami insiden kurang menyenangkan jelang pertandingan krusial kontra Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-24 Super League 2025-2026. Tim berjuluk Pesut Etam itu awalnya dilarang menggelar official training (OT) di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin, 2 Maret 2026, sehari sebelum laga.

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyayangkan adanya larangan tersebut. Ia menegaskan bahwa regulasi pertandingan mewajibkan tim untuk melakukan latihan resmi di lapangan stadion tempat pertandingan akan digelar.

Kontroversi Larangan Official Training di JIS

Setibanya di JIS, skuad Borneo FC yang sudah bersiap untuk melakukan latihan resmi mendadak mendapatkan pemberitahuan larangan penggunaan lapangan stadion. Hal ini sontak menimbulkan kebingungan dan protes dari kubu Pesut Etam.

“Tadi kami sampai di sini dan sesampainya di sini kami mendapat informasi yang kurang bagus bahwa kami tidak boleh memakai stadion untuk OT,” kata Fabio Lefundes dalam konferensi pers jelang pertandingan di JIS, Senin (2/3/2026).

Pelatih asal Brasil itu menambahkan, “Padahal di regulasi itu harus pakai stadion buat official training.”

Protes Manajemen dan Alasan Perawatan Rumput

Manajemen Borneo FC tidak tinggal diam dan segera melayangkan protes atas insiden ini. Beredar kabar bahwa larangan tersebut disebabkan oleh kondisi rumput JIS yang sedang dalam perawatan, dengan tujuan agar kualitas rumput lebih optimal saat pertandingan.

Namun, Lefundes berpendapat bahwa latihan resmi harus dilakukan di lokasi pertandingan untuk adaptasi tim. “Menurut saya kalau kita tidak menggelar official training di lokasi pertandingan, itu bukan official training,” tegasnya.

Setelah protes dilayangkan, pihak Persija Jakarta akhirnya memberikan izin kepada Borneo FC untuk tetap melakukan official training di dalam stadion utama.

Sorotan Ketidakadilan di Tengah Persaingan Papan Atas

Fabio Lefundes menilai insiden ini menunjukkan sikap yang tidak fair, terutama mengingat kedua tim sedang bersaing ketat di papan atas klasemen Super League.

Advertisement

“Kalau kita mau sepak bola Indonesia maju, kita harus kerja sama. Kita harus tetap fair, ini satu hal tidak bagus,” ujar eks pelatih Madura United itu.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi lapangan bagi tim. “Karena dua tim lagi bersaing di papan atas, kami butuh latihan di sini juga karena apa? Kami butuh juga adaptasi lapangan. Jangan terjadi itu. Itu enggak bagus,” ungkap Lefundes.

Regulasi dan Fair Play Jadi Tuntutan Borneo FC

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, turut menyuarakan kekecewaannya. Ia membandingkan perlakuan yang diterima Borneo FC dengan perlakuan yang diberikan timnya kepada Persija saat pertemuan pertama di Stadion Segiri, Samarinda.

“Kalau tim lain bisa diperlakukan seperti itu, saya tidak bisa. Karena saya memberikan yang sama, hak yang sama di Segiri,” ujar Dandri.

Dandri menegaskan bahwa regulasi harus dipatuhi oleh semua pihak. “Apa yang menjadi regulasi harus sama-sama kita patuhi,” tuturnya.

Pertandingan Krusial Perebutan Runner-up Liga

Pertandingan antara Persija Jakarta dan Borneo FC ini akan menjadi laga krusial yang memperebutkan status runner-up klasemen sementara Super League. Persija saat ini menempati posisi kedua dengan 50 poin, sementara Borneo FC berada satu strip di bawahnya dengan 49 angka.

Lefundes meyakini pertandingan akan berjalan ketat dan berharap dapat menyajikan laga yang menarik bagi penonton. “Besok pasti akan terjadi satu pertandingan yang sulit. Semoga juga buat penontonnya dan semua yang hadir di sini, kami bisa kasih satu pertandingan yang sangat bagus, di mana kalian bisa enjoy,” pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi pelatih dan manajer Borneo FC dalam konferensi pers jelang pertandingan di JIS.

Advertisement