Finansial

BPS Catat Nilai Tukar Petani Februari 2026 Tumbuh 1,5 Persen, Kesejahteraan Petani Membaik

Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 mencapai 125,45 persen, menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 1,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi kesejahteraan petani di tengah berbagai dinamika harga komoditas.

NTP Februari 2026 Melonjak, Dipicu Indeks Harga Diterima Petani

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan NTP ini didorong oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) yang naik 2,17 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya mengalami kenaikan 0,65 persen.

“Masih lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang mengalami kenaikan 0,65 persen,” kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, pada Senin (2/3/2026).

NTP sendiri merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani, yang didapatkan dari selisih pendapatan hasil penjualan produk pertanian dengan biaya konsumsi rumah tangga dan produksi pertanian.

Dinamika Harga Beras dan Proyeksi Panen Raya

Di samping kenaikan NTP, BPS juga mencatat rata-rata nasional harga beras di tingkat grosir dan eceran mengalami kenaikan masing-masing 0,45 persen dan 0,43 persen. Namun, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan justru turun 0,33 persen.

NTP memang bersifat fluktuatif. Sebelumnya, NTP sempat turun 1,4 persen dari 125,35 pada Desember 2025 menjadi 123,6 pada Januari 2026. Penurunan tersebut terjadi ketika harga beras terpantau mengalami kenaikan di tingkat penggilingan (0,75 persen), grosir (0,40 persen), dan eceran (0,16 persen) secara bulanan.

Advertisement

Sementara itu, petani padi kini tengah menghadapi masa panen raya yang disebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) lebih cepat dari tahun 2025. Panen raya diperkirakan berlangsung mulai Februari, Maret, dan berlanjut hingga April.

Zulhas meminta Perum Bulog untuk memastikan kesiapan menyerap Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton pada tahun 2026. “Diperkirakan produksinya lebih tinggi daripada tahun 2025. Sekitar 5-10 persen lebih tinggi lagi,” kata Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, pada Senin (12/1/2026).

Senada, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa stok CBP di gudang Bulog saat ini mencapai 3,5 juta ton. Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi beras akan terus naik 15 persen selama bulan Maret. Jika tren positif ini berlanjut, pemerintah memperkirakan stok CBP dapat mencapai 6 juta ton.

“Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka. Kalau konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan bisa mencapai sekitar 9 juta ton,” tutur Amran pada Senin.

Informasi lengkap mengenai data Nilai Tukar Petani dan dinamika harga beras disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin, 2 Maret 2026.

Advertisement